Muhammad Afdal, NIM.: 24205031088 (2026) STELLAR COLLAPSE DALAM TAFSIR INDONESIA (STUDI ATAS TAFSIR ILMI KEMENTERIAN AGAMA RI DAN TAFSIR AL-MISBAH KARYA M. QURAISH SHIHAB). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (STELLAR COLLAPSE DALAM TAFSIR INDONESIA (STUDI ATAS TAFSIR ILMI KEMENTERIAN AGAMA RI DAN TAFSIR AL-MISBAH KARYA M. QURAISH SHIHAB))
24205031088_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (8MB) | Preview |
|
|
Text (STELLAR COLLAPSE DALAM TAFSIR INDONESIA (STUDI ATAS TAFSIR ILMI KEMENTERIAN AGAMA RI DAN TAFSIR AL-MISBAH KARYA M. QURAISH SHIHAB))
24205031088_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (16MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengkaji konsep stellar collapse dalam penafsiran ayat-ayat kosmologis Al-Qur'an dengan fokus pada perbandingan antara Tafsir Ilmi Kementerian Agama RI dan Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab. Penelitian ini berangkat dari berkembangnya kajian integrasi sains dan tafsir Al-Qur’an, khususnya terkait fenomena keruntuhan bintang, sementara penafsiran terhadap ayat-ayat tentang kehancuran dan perubahan struktur langit masih menunjukkan perbedaan pendekatan di kalangan mufassir Indonesia. Penelitian ini difokuskan untuk menganalisis bagaimana kedua tafsir tersebut memahami ayat-ayat yang berkaitan dengan fenomena stellar collapse, metode penafsiran yang digunakan, serta relevansinya terhadap wacana hubungan antara Al-Qur’an dan sains modern di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis library research dengan pendekatan hermeneutika fusion of horizons dari Hans-Georg Gadamer untuk menjelaskan bagaimana Tafsir Ilmi Kementerian Agama RI dan Tafsir Al-Misbah memahami ayat-ayat kosmologi dengan membawa cakrawala ilmu pengetahuan modern ke dalam dialog dengan teks Al-Qur’an. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena stellar collapse dapat dipahami sebagai proses keruntuhan bintang akibat habisnya bahan bakar nuklir. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun Al-Qur’an tidak menyebutkan stellar collapse secara eksplisit, terdapat sejumlah ayat yang memberikan isyarat terhadap proses evolusi dan kehancuran bintang, khususnya dalam Tafsir Ilmi Kementerian Agama RI dan Tafsir Al-Misbah. Tafsir Ilmi Kemenag lebih menekankan hubungan ayat-ayat kauniyah dengan penemuan sains modern secara deskriptif-edukatif, sedangkan Quraish Shihab menafsirkan fenomena tersebut secara filosofis dan teologis. Melalui analisis hermeneutika Hans-Georg Gadamer, penelitian ini juga menunjukkan adanya fusion of horizons antara cakrawala teks Al-Qur’an, konteks mufasir, dan perkembangan ilmu astrofisika modern, sehingga menghasilkan pemahaman yang integratif antara wahyu dan sains. Berdasarkan analisis teori fusion of horizons Hans-Georg Gadamer, penelitian ini menyimpulkan bahwa penafsiran fenomena stellar collapse dalam Tafsir Ilmi Kementerian Agama RI dan Tafsir Al-Misbah menunjukkan adanya hubungan antara teks Al-Qur’an dan perkembangan sains modern. Tafsir Ilmi Kemenag lebih menekankan penjelasan ilmiah, sedangkan Tafsir Al-Misbah lebih menonjolkan makna teologis dan filosofis. Dari kedua tafsir tersebut dapat dipahami bahwa fenomena stellar collapse bukan hanya peristiwa ilmiah, tetapi juga tanda kebesaran Allah.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Dr. Ali Imron, S.Th.I, M.S.I. |
| Uncontrolled Keywords: | Stellar Collapse, Tafsir Ilmi, Tafsir Al-Misbah, Fusion of Horizons |
| Subjects: | 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur'an dan Tafsir (S2) |
| Depositing User: | Muh Khabib |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 10:45 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 10:45 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77115 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
