Surya Rofi Kusuma, NIM.: 24205031128 (2026) IDEAL MORAL KEPEMIMPINAN DALAM TAFSIR FI ZHILALIL QUR’AN DAN AL-MISHBAH. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (IDEAL MORAL KEPEMIMPINAN DALAM TAFSIR FI ZHILALIL QUR’AN DAN AL-MISHBAH)
24205031128_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (9MB) | Preview |
|
|
Text (IDEAL MORAL KEPEMIMPINAN DALAM TAFSIR FI ZHILALIL QUR’AN DAN AL-MISHBAH)
24205031128_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (15MB) | Request a copy |
Abstract
Maraknya penyalahgunaan jabatan, korupsi, dan lemahnya integritas pemimpin publik mencerminkan krisis moral kepemimpinan yang masih menjadi persoalan serius dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan nyata antara idealitas moral yang seharusnya melandasi kepemimpinan dan realitas pelaksanaannya di lapangan. Kajian kepemimpinan dalam tafsir Al-Qur'an selama ini lebih banyak berfokus pada perumusan nilai normatif secara tematik, tanpa menelaah secara mendalam dinamika pembentukan makna di balik proses penafsiran serta pengaruh konteks sosial-historis mufasir terhadap konstruksi ideal moral yang dihasilkan. Bertolak dari persoalan tersebut, tujuan kajian ini adalah mendeskripsikan konstruksi ideal moral kepemimpinan dalam Tafsir Fī Ẓhilālil Qur'ān karya Sayyid Qutb dan Tafsir Al-Mishbāh karya M. Quraish Shihab, menemukan persamaan dan perbedaan pandangan kedua mufasir dengan memperhatikan corak penafsiran serta konteks sosial-intelektual yang melatarbelakanginya, sekaligus menunjukkan relevansinya terhadap kepemimpinan kontemporer. Kerangka teori yang digunakan adalah hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer, meliputi prasangka (Vorurteil), pengaruh sejarah (Wirkungsgeschichte), peleburan horizon (Horizontverschmelzung) dan aplikasi/ relevansi. Adapun metode yang diterapkan adalah penelitian kepustakaan kualitatif bersifat deskriptif-analitis dan komparatif. Penggalian data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap penafsiran empat ayat kepemimpinan: Q.S. An-Nisā' [4]: 58- 59, Q.S. Ṣād [38]: 26, dan Q.S. Asy-Syūrā [42]: 38. Temuan menunjukkan bahwa kedua mufasir membangun konstruksi ideal moral kepemimpinan di atas fondasi yang sama amanah, keadilan, integritas, dan musyawarah namun dengan penekanan yang berbeda: Sayyid Qutb menempatkan moralitas sebagai tolok ukur legitimasi dan pelaksanaan kekuasaan, sedangkan M. Quraish Shihab menempatkannya sebagai landasan etis dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Perbedaan tersebut lahir dari perbedaan horizon pemahaman dan konteks sosialhistoris masing-masing mufasir. Nilai-nilai kepemimpinan yang ditemukan terbukti relevan dalam menjawab persoalan kepemimpinan kontemporer.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Prof. Dr. Muhammad, M.Ag. |
| Uncontrolled Keywords: | Ideal Moral Kepemimpinan, Tafsir Fi Zhilalil Qur'an, Tafsir Al-Mishbah, Hermeneutika Gadamer, Kepemimpinan Kontemporer |
| Subjects: | 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur'an dan Tafsir - Studi Alqur'an (S2) |
| Depositing User: | Muh Khabib |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 10:37 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 10:37 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77129 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
