PENGEMBANGAN MASYARAKAT PERTANIAN DUSUN CANCANGAN YOGYAKARTA MELALUI PUSAT STUDI DAN KONSERVASI (TYTO ALBA)

D’ra Abda Puja Malika, NIM.: 22102030065 (2026) PENGEMBANGAN MASYARAKAT PERTANIAN DUSUN CANCANGAN YOGYAKARTA MELALUI PUSAT STUDI DAN KONSERVASI (TYTO ALBA). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (PENGEMBANGAN MASYARAKAT PERTANIAN DUSUN CANCANGAN YOGYAKARTA MELALUI PUSAT STUDI DAN KONSERVASI (TYTO ALBA))
22102030065_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (PENGEMBANGAN MASYARAKAT PERTANIAN DUSUN CANCANGAN YOGYAKARTA MELALUI PUSAT STUDI DAN KONSERVASI (TYTO ALBA))
22102030065_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Tingginya serangan hama tikus di sektor pertanian menjadi permasalahan serius yang berdampak pada menurunnya produktivitas dan ketergantungan petani terhadap pestisida kimia. Kondisi ini mendorong perlunya solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan melalui pendekatan konservasi. Salah satu upaya yang dikembangkan adalah pemanfaatan burung hantu (Tyto Alba) sebagai pemangsa alami dalam pengendalian hama tikus di Dusun Cancangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses serta faktor keberhasilan pengembangan masyarakat berbasis konservasi melalui pemanfaatan burung hantu tersebut. Teknik pengumpulan data yang dilakukan secara melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melaui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan program terjadi melalui tahapan penyadaran, perencanaan partisipatif, pelaksanaan, penguatan kelembagaan, hingga kemandirian dan keberlanjutan program. Berdasarkan teori Difusi Inovasi, masyarakat telah mencapai tahap konfirmasi (confirmation), yang ditandai dengan penguatan keputusan adopsi inovasi karena manfaat yang dirasakan secara konsisten, seperti meningkatnya stabilitas hasil panen dan menurunnya penggunaan pestisida kimia. Dalam perspektif Community Based Conservation, keberhasilan program ditunjukkan oleh partisipasi aktif masyarakat, kepemilikan lokal, evaluasi mandiri, manfaat ekonomi dan sosial, serta terbentuknya regenerasi pelaku konservasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan program konservasi berbasis masyarakat tidak hanya ditentukan oleh penggunaan burung hantu sebagai pengendali hama, tetapi juga oleh proses keterlibatan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam mengelola lingkungan secara bersama-sama. Melalui proses penyebaran inovasi dan penguatan peran masyarakat, program ini mampu membangun sistem pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia, serta menciptakan keberlanjutan sosial dan ekonomi di tingkat masyarakat desa. Kata Kunci; Pengembangan Masyarakat, Konservasi, Tyto alba, Difusi Inovasi, Community Based Conservation

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Halimatus Sa’diyah S.I.Kom, M.I.Kom.
Uncontrolled Keywords: Pengembangan Masyarakat, Konservasi, Tyto alba, Difusi Inovasi, Community Based Conservation
Subjects: Pengembangan Masyarakat Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam (S1)
Depositing User: S.Sos Sofwan Sofwan
Date Deposited: 23 Jun 2026 15:29
Last Modified: 23 Jun 2026 15:29
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77136

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum