Muhammad Arif Fahmi, NIM.: 22103050034 (2026) TINJAUAN SOSIOLOGI HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK PENYELESAIAN PERKARA MELALUI E-LITIGASI DI PENGADILAN AGAMA BANTUL TAHUN 2024. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (TINJAUAN SOSIOLOGI HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK PENYELESAIAN PERKARA MELALUI E-LITIGASI DI PENGADILAN AGAMA BANTUL TAHUN 2024)
22103050034_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (TINJAUAN SOSIOLOGI HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK PENYELESAIAN PERKARA MELALUI E-LITIGASI DI PENGADILAN AGAMA BANTUL TAHUN 2024)
22103050034_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penyelesaian perkara melalui e-Litigasi di Pengadilan Agama Bantul pada tahun 2024, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi dinamika hambatan di lapangan, serta mengkaji tinjauan sosiologi hukum Islam terhadap praktik tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan sosiologi hukum Islam yang bersifat deskriptif analitis. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan hakim dan panitera di Pengadilan Agama Bantul, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi dokumen laporan perkara, analisis peraturan perundangundangan, dan literatur kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penyelesaian perkara melalui e-Litigasi sudah mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, walaupun belum berjalan optimal sepenuhnya, di mana hambatan yang muncul tidak sekadar disebabkan oleh masa transisi kebijakan pengadilan atau kendala teknis sistem, melainkan sangat didominasi oleh faktor ketidaksiapan budaya hukum (legal culture) masyarakat. Keengganan mengoptimalkan e-Litigasi tersebut didasarkan pada rendahnya literasi digital serta preferensi sosial yang masih memegang teguh kebiasaan lama. Tinjauan sosiologi hukum Islam terhadap dinamika praktik ini menunjukkan bahwa masyarakat pencari keadilan belum sepenuhnya adaptif terhadap digitalisasi karena masih memandang persidangan konvensional (tatap muka) sebagai proses yang lebih sah, meyakinkan, dan mencerminkan keadilan secara langsung. Dengan demikian, dinamika dalam praktik e-Litigasi ini dipandang sebagai bentuk resistensi budaya hukum masyarakat, di mana transformasi digital peradilan ternyata tidak hanya menuntut kesiapan infrastruktur, tetapi juga proses adaptasi sosial dari penggunanya. Kata Kunci: E-Litigasi, E-Court, Sosiologi Hukum Islam, Budaya Hukum, Pengadilan Agama Bantul, Tahun 2024.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Dr. Malik Ibrahim, M.Ag. |
| Uncontrolled Keywords: | E-Litigasi, E-Court, Sosiologi Hukum Islam, Budaya Hukum, Pengadilan Agama Bantul, Tahun 2024 |
| Subjects: | 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.577 Hukum Keluarga Islam, Bimbingan Pernikahan, Poligami, Perceraian, Iddah, Pengasuhan Anak) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam (S1) |
| Depositing User: | S.Sos Sofwan Sofwan |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 15:21 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 15:21 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77236 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
