MEKANISME PENDISIPLINAN ATAS TUBUH PEREMPUAN DALAM FILM MUSTANG

Rima Yustina, NIM.: 22105040068 (2026) MEKANISME PENDISIPLINAN ATAS TUBUH PEREMPUAN DALAM FILM MUSTANG. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (MEKANISME PENDISIPLINAN ATAS TUBUH PEREMPUAN DALAM FILM MUSTANG)
22105040068_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (MEKANISME PENDISIPLINAN ATAS TUBUH PEREMPUAN DALAM FILM MUSTANG)
22105040068_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis wacana kritis berbasis teori kekuasaan disipliner Michel Foucault melalui tiga instrumen utama, yaitu pengawasan hierarkis, normalisasi penilaian, dan pemeriksaan, serta konsep diskursus untuk menganalisis peran agama. Subjek penelitian adalah film Mustang (2015) dengan objek berupa praktik-praktik pendisiplinan yang mengendalikan tubuh perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka, yang kemudian diklasifikasikan berdasarkan empat kategori pendisiplinan yakni melalui hukuman, pengendalian seksualitas, normalisasi peran domestik, dan standarisasi femininitas, serta untuk menganalisis bagaimana wacana keagamaan memproduksi kebenaran yang mendisiplinkan tubuh perempuan. Hasil penelitian mengungkap dua temuan utama. Pertama, terdapat empat bentuk praktik pendisiplinan yang beroperasi secara berlapis, (a) pendisiplinan melalui hukuman yang bekerja melalui pengawasan arsitektur disipliner. (b) pendisiplinan melalui pengendalian seksualitas yang diwujudkan dalam tes keperawanan sebagai pemeriksaan dan pernikahan paksa sebagai pengawasan hierarkis. (c) pendisiplinan melalui normalisasi peran domestik sebagai normalisasi penilaian, serta (d) pendisiplinan melalui standarisasi femininitas sebagai homogenisasi identitas moral. Meski demikian, kelima perempuan tidak sepenuhnya menjadi tubuh yang patuh, resistensi tetap muncul dan membuktikan bahwa kekuasaan disipliner tidak pernah bekerja sempurna. Kedua, diskursus Islam beroperasi bukan sebagai doktrin formal, melainkan sebagai regime of truth yang telah terinternalisasi dalam norma sosial, sehingga melegitimasi seluruh mekanisme pendisiplinan melalui empat konsep teologis yang ditafsirkan secara patriarkal, ikhtilat (legitimasi pengawasan komunal), namus dan iffah (legitimasi kontrol seksualitas), fitnah dan haya (legitimasi standar berpakaian), serta qiwamah dan fitrah (legitimasi peran domestik). Temuan ini menegaskan bahwa agama dan patriarki dalam film Mustang saling menopang dalam satu sistem kekuasaan. Kata Kunci: kekuasaan disipliner, tubuh perempuan, film Mustang, diskursus Islam

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Prof. Dr. Hj. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum., M.A.
Uncontrolled Keywords: kekuasaan disipliner, tubuh perempuan, film Mustang, diskursus Islam
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 300 Ilmu-Ilmu Sosial > 306.6 Sosiologi - Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Sosiologi Agama (S1)
Depositing User: S.Sos Sofwan Sofwan
Date Deposited: 29 Jun 2026 14:51
Last Modified: 29 Jun 2026 14:51
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77316

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum