TRADISI SALAMETAN SOMOR TOA DI DESA DAANDUNG KECAMATAN KANGAYAN KABUPATEN SUMENEP

Faris Zul Helmi, NIM.: 19105020063 (2026) TRADISI SALAMETAN SOMOR TOA DI DESA DAANDUNG KECAMATAN KANGAYAN KABUPATEN SUMENEP. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (TRADISI SALAMETAN SOMOR TOA DI DESA DAANDUNG KECAMATAN KANGAYAN KABUPATEN SUMENEP)
19105020063_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (TRADISI SALAMETAN SOMOR TOA DI DESA DAANDUNG KECAMATAN KANGAYAN KABUPATEN SUMENEP)
19105020063_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi slametan somor toa di Desa Daandung Kepulauan Kangean serta menganalisisnya dalam perspektif antropologi interpretatif Clifford Geertz. Fokus penelitian ini adalah untuk memahami konsep slametan somor toa dalam kehidupan masyarakat serta mengungkap bentuk-bentuk simbolik yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa slametan somor toa merupakan praktik budaya yang mengandung sistem makna yang kompleks, yang berakar pada kepercayaan lokal dan terintegrasi dengan nilai-nilai keagamaan Islam. Tradisi ini dipahami sebagai sarana untuk memohon keselamatan, menolak bala, serta menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan dunia spiritual. Dalam perspektif antropologi interpretatif, simbol-simbol dalam tradisi ini, baik material maupun non-material, berfungsi sebagai model of reality dan model for reality, yaitu sebagai representasi sekaligus pedoman dalam kehidupan sosial masyarakat. Selain itu, tradisi ini juga mencerminkan integrasi dimensi religius, sosial, dan kosmologis dalam kehidupan masyarakat. Praktik seperti doa bersama, makan bersama, serta pelepasan perahu ke laut menunjukkan adanya relasi antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam. Penelitian ini juga menemukan bahwa tradisi slametan somor toa memiliki kesamaan struktural dengan berbagai tradisi di Nusantara, seperti slametan di Jawa, sedekah laut, dan mappanretasi, yang samasama menggunakan simbol sebagai sarana membangun makna dan menjaga keseimbangan kehidupan. Dengan demikian, tradisi slametan somor toa tidak hanya merupakan praktik budaya lokal, tetapi juga merupakan sistem simbol yang mencerminkan cara masyarakat dalam memahami dan merespons realitas kehidupan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam kajian Studi Agama- Agama, khususnya dalam memahami hubungan antara agama dan budaya dalam praktik keagamaan masyarakat. Kata Kunci: Budaya dan Agama, Slametan Somor Toa, Simbol

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Drs. Rahmat Fajri, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Budaya dan Agama, Slametan Somor Toa, Simbol
Subjects: Studi Agama Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Studi Agama Agama (S1)
Depositing User: S.Sos Sofwan Sofwan
Date Deposited: 03 Jul 2026 11:06
Last Modified: 03 Jul 2026 11:06
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77433

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum