GENEALOGI CITRA ASIYAH DALAM KITAB TAFSIR AL-QUR’AN NUSANTARA

Opi Yensi, NIM.: 24205031056 (2026) GENEALOGI CITRA ASIYAH DALAM KITAB TAFSIR AL-QUR’AN NUSANTARA. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (GENEALOGI CITRA ASIYAH DALAM KITAB TAFSIR AL-QUR’AN NUSANTARA)
24205031056_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (GENEALOGI CITRA ASIYAH DALAM KITAB TAFSIR AL-QUR’AN NUSANTARA)
24205031056_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Adapun teori yang digunakan adalah genealogi tafsir Walid Saleh, yang menekankan pentingnya melihat hubungan antara teks tafsir, tradisi keilmuan, dan konteks sosial yang melingkupi mufasir. Objek material penelitian ini adalah penafsiran kisah Asiyah dalam enam kitab tafsir Al-Qur’an Nusantara, yaitu Tarjuman Al-Mustafid karya Abdurrauf As-Singkili, Tafsir Al-Qur’an karya Zainuddin et al., Tafsir An-Nur karya T. M. Hasbi Ash-Shiddieqy, Tafsir Al-Azhar karya Hamka, Tafsir Al-Misbah karya M. vii Quraish Shihab, dan Tafsir Hidayatul Insan karya Marwan bin Musa. Analisis dilakukan dengan menelusuri sumber rujukan, struktur penulisan, serta konteks sosial, politik, budaya, dan intelektual yang memengaruhi masing-masing mufasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra Asiyah dalam tafsir Al-Qur’an Nusantara terbagi ke dalam dua kategori utama, yaitu figur pasif dan figur aktif. As-Singkili, Zainuddin et al., dan Marwan bin Musa cenderung menampilkan Asiyah sebagai figur pasif yang berfokus pada kesabaran, keteguhan iman, dan keteladanan spiritual. Sebaliknya, Hasbi Ash-Shiddieqy, Hamka, dan Quraish Shihab menampilkan Asiyah sebagai figur aktif yang memiliki kesadaran spiritual, keberanian moral, serta kemampuan menentukan sikap di tengah tekanan kekuasaan. Pergeseran citra tersebut dipengaruhi oleh faktor tafsir berupa sumber rujukan dan struktur penulisan, serta faktor non-tafsir berupa kondisi sosial, politik, budaya, dan latar intelektual para mufasir. Penelitian ini juga menemukan bahwa konstruksi citra Asiyah dalam keenam tafsir masih didominasi perspektif laki-laki, belum banyak mengembangkan pembacaan berbasis gender dan emansipasi perempuan, serta lebih menekankan kesalehan individual dibandingkan dimensi sosial-politik. Dengan demikian, citra Asiyah dalam tafsir Nusantara merupakan hasil negosiasi antara teks Al-Qur’an, tradisi tafsir, dan konteks mufasir yang terus berkembang sesuai kebutuhan zamannya. Kata Kunci: Genealogi Tafsir, Citra Asiyah, Tafsir Al-Qur’an Nusantara.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Supervisor: Prof. Dr. Muhammad, M. Ag.
Uncontrolled Keywords: Genealogi Tafsir, Citra Asiyah, Tafsir Al-Qur’an Nusantara.
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur'an dan Tafsir (S2)
Depositing User: S.Sos Sofwan Sofwan
Date Deposited: 20 Jul 2026 09:35
Last Modified: 20 Jul 2026 09:35
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77585

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum