Fithrah Lathifah, - and Ahmad Baidowi, - (2026) Pergeseran Aksara dan Kebertahanan Bahasa Minangkabau dalam Tradisi Tafsir Ulama Minangkabau. JALSAH: The Journal of al-Quran and as-Sunnah Studies, 6 (1). ISSN 2809-0594
|
Text (Pergeseran Aksara dan Kebertahanan Bahasa Minangkabau dalam Tradisi Tafsir Ulama Minangkabau)
Pergeseran Aksara dan Kebertahanan Bahasa Minangkabau.pdf - Published Version Download (627kB) | Preview |
Abstract
This study explores the shift of script and the endurance of the Minangkabau language in the Qur’anic exegesis tradition of Minangkabau scholars during the twentieth century as a historical and cultural phenomenon. The transition from Jawi to Latin script represents not only a technical change in writing but also an epistemological transformation from the exclusive surau tradition to the modern madrasa and print-based public sphere. The study aims to explain the process of this script shift, the persistence of Minangkabau linguistic elements in Latin-script tafsir, and its implications for reading traditions, interpretation, and religious authority. Employing a qualitative, descriptive-historical approach through library research, the analysis focuses on five primary tafsirs: al-Burhān, al-Qaul al Bayān, al-Daʿwah wa al-Irsyād, Tafsir Qur’an Karim, and Tafsir al Azhar. Findings reveal that the Jawi script symbolized the scholarly authority of traditional ulama, while the Latin script expanded public accessibility and transformed intellectual authority into a more inclusive form. Despite the shift in medium, Minangkabau diction and idioms persisted as local expressions of Qur’anic understanding, maintaining the continuity of Islamic values within a cultural framework. In conclusion, Minangkabau Qur’anic exegesis reflects a dialogue between tradition and modernity, emphasizing language and script as markers of Islamic intellectual identity in the Indonesian archipelago. Penelitian ini menelusuri pergeseran aksara dan kebertahanan bahasa Minangkabau dalam tradisi tafsir ulama Minangkabau abad ke-20 sebagai fenomena historis dan kultural. Pergeseran dari aksara Jawi ke Latin tidak hanya merepresentasikan perubahan teknis penulisan, tetapi juga menandai peralihan epistemologis dari tradisi surau yang eksklusif menuju sistem pendidikan madrasah dan publikasi modern. Tujuan penelitian ini ialah menjelaskan bagaimana proses pergeseran aksara terjadi, bagaimana bahasa Minangkabau tetap bertahan dalam tafsir beraksara Latin, serta bagaimana implikasinya terhadap tradisi baca, pemaknaan, dan otoritas tafsir. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-historis melalui studi pustaka terhadap lima tafsir utama: al-Burhān, al-Qaul al-Bayān, al-Daʿwah wa al-Irsyād, Tafsir Qur’an Karim, dan Tafsir al-Azhar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksara Jawi berfungsi sebagai simbol otoritas ulama tradisional, sementara penggunaan aksara Latin memperluas jangkauan pembaca dan mengubah pola otoritas keilmuan menjadi lebih inklusif. Meskipun terjadi perubahan medium, diksi dan idiom Minangkabau tetap bertahan sebagai ekspresi lokal tafsir, menegaskan kesinambungan nilai Islam dalam konteks budaya lokal. Kesimpulan penelitian ini tafsir Minangkabau menjadi bukti dialektika antara tradisi dan modernitas, serta menegaskan peran bahasa dan aksara sebagai penanda identitas keilmuan Islam Nusantara.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Jawi Script, Local Islam, Minangkabau Language, Qur’anic Exegesis, Surau Tradition, Aksara Jawi, Bahasa Minangkabau, Islam Lokal , Tafsir Nusantara, Tradisi Surau |
| Subjects: | Tafsir Al-Qur'an > Tafsir Al Qur'an - Metode |
| Divisions: | Artikel (Terbitan Luar UIN) |
| Depositing User: | Dra. Khusnul Khotimah, SS, M.IP - |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 06:24 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 11:26 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77654 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
