KONFLIK ANTARA MUHAMMADIYAH DENGAN PKI DI KECAMATAN JATINOM TAHUN 1965 M

Haris Mahmud, NIM.: 20101020056 (2025) KONFLIK ANTARA MUHAMMADIYAH DENGAN PKI DI KECAMATAN JATINOM TAHUN 1965 M. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (KONFLIK ANTARA MUHAMMADIYAH DENGAN PKI DI KECAMATAN JATINOM TAHUN 1965 M)
20101020056_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (KONFLIK ANTARA MUHAMMADIYAH DENGAN PKI DI KECAMATAN JATINOM TAHUN 1965 M)
20101020056_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Pada tahun 1965, Partai Komunis Indonesia (PKI) melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Indonesia di Jakarta. Pemberontakan tersebut berpuncak pada malam 30 September hingga 1 Oktober 1965 di Jakarta yang ditandai dengan penculikan dan pembunuhan enam jenderal TNI AD oleh kelompok yang menamakan diri Gerakan 30 September (G30S). Namun pemberontakan tersebut mengalami kegagalan. Kegagalan pemberontakan tersebut sampai menyebabkan situasi Kecamatan Jatinom menjadi terganggu, sebab orang-orang PKI melakukan aksi kekerasan berupa penculikan dan pembunuhan terhadap orang-orang non komunis, seperti orang-orang Muhammadiyah. Dalam peristiwa ini Muhammadiyah di Kecamatan Jatinom baru resmi berdiri pada tahun 1963 dan Organisasi ini merupakan organisasi Islam pertama yang ada di Kecamatan Jatinom. Pentingnya penelitian ini adalah mendeskripsikan konflik antara Muhammadiyah dengan PKI di Kecamatan Jatinom tahun 1965. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rumusan masalah antara lain, Peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh PKI Jatinom dan konflik antara Muhammadiyah dengan PKI di Kecamatan Jatinom tahun 1965. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan politik menurut Soedjatmoko, yang memandang politik sebagai suatu hubungan antara kekuasaan, ideologi, dan tindakan sosial di tengah masyarakat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konflik. Ralf Dahrendorf beranggapan bahwa dalam setiap kelompok terdapat dua bagian yang berbeda, yang pertama adalah mereka kelompok otoritas yang memiliki kendali atas kelompok, dan kelompok yang memiliki kepentingan tertentu yang arah dan tujuannya saling bertentangan, dan kunci dalam teori ini adalah kepentingan. Dalam prosesnya peneliti menggunakan metode sejarah yang dimulai dari pengumpulan sumber (heuristik), Verifikasi, Interpretasi, dan Heuristik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketika orang-orang PKI di Kecamatan Jatinom melakukan aksi kekerasan, dakwah Organisasi Muhammadiyah Cabang Jatinom berhenti. Ada tiga model dakwah yang berhenti pada saat itu, yaitu pengajian Sirois, pengajian yang dilaksanakan di Masjid Agung Jatinom, dan pengajian Purnama Sidi. Berhentinya dakwah ini disebabkan karena pengurus dan jamaah pengajian menjadi sasaran penculikan PKI. Selain itu ketika orang-orang PKI di Kecamatan Jatinom melakukan aksi kekerasan, Organisasi Muhammadiyah Cabang Jatinom juga membentuk Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah yang disingkat KOKAM. Terbentuknya KOKAM yang dipelopori oleh Haji Syahrowardi bertujuan untuk membantu RPKAD dalam menumpas PKI di Kecamatan Jatinom.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Dr. Maharsi, M.Hum.
Uncontrolled Keywords: PKI; Muhammadiyah; Jatinom; kekerasan
Subjects: 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.98 Sejarah - Tokoh Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User: Muchti Nurhidaya [muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id]
Date Deposited: 10 Aug 2026 13:51
Last Modified: 10 Aug 2026 13:51
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77848

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum