KEBUTUHAN NARAPIDANA LANJUT USIA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB SLEMAN DALAM PERSPEKTIF ABRAHAM MASLOW

Muhammad Bakri, NIM.: 22102050111 (2026) KEBUTUHAN NARAPIDANA LANJUT USIA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB SLEMAN DALAM PERSPEKTIF ABRAHAM MASLOW. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (KEBUTUHAN NARAPIDANA LANJUT USIA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB SLEMAN DALAM PERSPEKTIF ABRAHAM MASLOW)
22102050111_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (KEBUTUHAN NARAPIDANA LANJUT USIA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB SLEMAN DALAM PERSPEKTIF ABRAHAM MASLOW)
22102050111_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Penuaan penduduk turut berdampak pada bertambahnya jumlah narapidana lansia di lembaga pemasyarakatan Indonesia, termasuk di Lapas Kelas IIB Sleman yang mencatat 18 orang narapidana lanjut usia. Meskipun regulasi telah mengatur perlakuan khusus bagi narapidana lansia, penempatan mereka di lapangan belum sepenuhnya konsisten dengan ketentuan tersebut. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemenuhan kebutuhan narapidana lansia di Lapas Kelas IIB Sleman menggunakan kerangka hierarki kebutuhan Abraham Maslow, sekaligus mengidentifikasi faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini disusun menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitik, melibatkan lima narapidana lansia sebagai subjek utama melalui purposive sampling, didukung informan petugas pembinaan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-struktur dan observasi partisipatif moderat, divalidasi dengan triangulasi sumber dan teknik, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan fisiologis telah terpenuhi secara kuantitatif meski kualitas istirahat dipengaruhi penempatan blok hunian; rasa aman fisik relatif terpenuhi namun rentan pada dimensi psikologis dan finansial; kasih sayang dan rasa memiliki sangat bergantung pada dukungan keluarga; kebutuhan penghargaan terpolarisasi berdasarkan identitas sosial sebelum pemidanaan; sementara aktualisasi diri tetap tercapai melalui reorientasi spiritual meski kebutuhan tingkat sebelumnya belum sepenuhnya terpenuhi, menunjukkan hierarki Maslow tidak bekerja secara hierarkis. Dukungan keluarga dan penempatan blok hunian teridentifikasi sebagai dua faktor yang saling memengaruhi kebutuhan mereka. Kata Kunci: Narapidana Lansia, Hierarki Kebutuhan Maslow, Kesejahteraan Sosial, Lembaga Pemasyarakatan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Abidah Muflihati, S.Th.I., M.Si.
Uncontrolled Keywords: Narapidana Lansia, Hierarki Kebutuhan Maslow, Kesejahteraan Sosial, Lembaga Pemasyarakatan.
Subjects: Kesejahteraan Sosial
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Ilmu Kesejahteraan Sosial (S1)
Depositing User: S.Sos Sofwan Sofwan
Date Deposited: 13 Aug 2026 15:03
Last Modified: 13 Aug 2026 15:03
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77907

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum