Nanda Alfiyah, NIM.: 21105030103 (2026) FRAGMEN AYAT AL-QUR’AN DALAM RITUAL PEMBACAAN KITAB MUNTAKHAB AḤĀDĪṠ: STUDI ATAS TA’LIM JAMAAH TABLIGH DI PONDOK PESANTREN AL IBANAH, WONOGIRI JAWA TENGAH. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (FRAGMEN AYAT AL-QUR’AN DALAM RITUAL PEMBACAAN KITAB MUNTAKHAB AḤĀDĪṠ: STUDI ATAS TA’LIM JAMAAH TABLIGH DI PONDOK PESANTREN AL IBANAH, WONOGIRI JAWA TENGAH)
21105030103_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (FRAGMEN AYAT AL-QUR’AN DALAM RITUAL PEMBACAAN KITAB MUNTAKHAB AḤĀDĪṠ: STUDI ATAS TA’LIM JAMAAH TABLIGH DI PONDOK PESANTREN AL IBANAH, WONOGIRI JAWA TENGAH)
21105030103_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan perspektif Living Qur’an dengan jenis resepsi fungsional. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri atas pengasuh pesantren, ustazah, serta santri yang mengikuti kegiatan ta'līm Muntakhab Aḥādīṡ. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pembacaan kitab Muntakhab Aḥādīṡ di Pondok Pesantren Al Ibanah merupakan bagian dari kegiatan ta'līm yang dilaksanakan secara rutin sebagai sarana pembinaan keagamaan santri. Pembacaan kitab dilakukan secara langsung berdasarkan teks yang terdapat dalam kitab tanpa adanya penambahan maupun pengurangan. Tradisi tersebut bertujuan untuk meningkatkan keimanan, membentuk kebiasaan beramal, serta menanamkan nilainilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kitab Muntakhab Aḥādīṡ juga berfungsi sebagai sarana internalisasi nilai-nilai yang berkaitan dengan enam sifat para sahabat (ushul as-sittah) yang menjadi dasar pembinaan dalam Jamaah Tabligh. Adapun pemaknaan ayat-ayat Al-Qur’an dalam kitab Muntakhab Aḥādīṡ menunjukkan bahwa kiai dan santri tidak hanya memahami ayat sebagai teks keagamaan, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang mendorong pengamalan nilainilai Islam. Kiai memaknai ayat-ayat tersebut sebagai penguat keimanan dan motivasi beramal, sedangkan santri memaknainya melalui pengalaman mengikuti ta'līm secara rutin sehingga ayat-ayat tersebut membentuk pemahaman, sikap, dan praktik keagamaan mereka. Dalam perspektif Living Qur’an, tradisi pembacaan kitab Muntakhab Aḥādīṡ di Pondok Pesantren Al Ibanah menunjukkan adanya resepsi fungsional terhadap Al-Qur’an, yaitu ketika ayat-ayat Al-Qur’an tidak hanya dibaca dan dipahami, tetapi juga difungsikan sebagai sarana pembentukan xv karakter, motivasi beramal, dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi pembacaan Muntakhab Aḥādīṡ merupakan sistem dakwah dan pendidikan yang terstruktur, di mana teks Al-Qur’an dan hadis diresepsi secara fungsional untuk membentuk hierarki, penguatan iman, dan keberlanjutan identitas Jamaah Tabligh. Kata Kunci: Kitab Muntakhab Aḥādīṡ, Pondok Pesantren Al Ibanah Wonogiri, Jamaah Tabligh, Resepsi Fungsional, Tradisi Ta’lim.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Asep Nahrul Musadad, S.Th.I., M.Ag. |
| Uncontrolled Keywords: | Kitab Muntakhab Aḥādīṡ, Pondok Pesantren Al Ibanah Wonogiri, Jamaah Tabligh, Resepsi Fungsional, Tradisi Ta’lim. |
| Subjects: | Ilmu Alqur’an dan Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1) |
| Depositing User: | S.Sos Sofwan Sofwan |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 10:15 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 10:15 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77925 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
