HUBUNGAN RELIGIUSITAS DAN KEMATANGAN EMOSI DENGAN KESIAPAN MENIKAH SANTRI USIA DEWASA AWAL DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Fellicia Mahdina Septilya, NIM.: 22107010024 (2026) HUBUNGAN RELIGIUSITAS DAN KEMATANGAN EMOSI DENGAN KESIAPAN MENIKAH SANTRI USIA DEWASA AWAL DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (HUBUNGAN RELIGIUSITAS DAN KEMATANGAN EMOSI DENGAN KESIAPAN MENIKAH SANTRI USIA DEWASA AWAL DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)
22107010024_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (10MB) | Preview
[img] Text (HUBUNGAN RELIGIUSITAS DAN KEMATANGAN EMOSI DENGAN KESIAPAN MENIKAH SANTRI USIA DEWASA AWAL DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)
22107010024_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (13MB) | Request a copy

Abstract

Kesiapan menikah merupakan salah satu aspek penting dalam tugas perkembangan pada masa dewasa awal yang perlu dipersiapkan secara optimal, termasuk oleh santri. Religiusitas dan kematangan emosi merupakan dua faktor psikologis yang diduga berkaitan dengan kesiapan menikah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan religiusitas dan kematangan emosi dengan kesiapan menikah pada santri usia dewasa awal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 100 santri usia dewasa awal yang dipilih menggunakan teknik *purposive sampling*. Data dikumpulkan menggunakan *Centrality of Religiosity Scale* (CRS), *Emotional Maturity Scale* (EMS), dan *Criteria for Marriage Readiness Questionnaire* (CMRQ), kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa religiusitas dan kematangan emosi secara simultan berhubungan secara signifikan dengan kesiapan menikah (R = 0,362; R² = 0,131; F = 7,31; p = 0,001). Kedua variabel tersebut secara bersama-sama menjelaskan 13,1% variasi kesiapan menikah. Secara parsial, religiusitas memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kesiapan menikah (β = 0,354; t = 3,742; p < 0,001; r = 0,355). Sebaliknya, kematangan emosi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kesiapan menikah (β = 0,070; t = 0,742; p = 0,460; r = 0,075). Kontribusi efektif religiusitas terhadap kesiapan menikah sebesar 12,57%, sedangkan kematangan emosi sebesar 0,53%. Dengan demikian, religiusitas merupakan variabel yang lebih dominan dalam menjelaskan kesiapan menikah pada santri usia dewasa awal dalam penelitian ini. Temuan ini menunjukkan bahwa religiusitas memiliki keterkaitan yang lebih kuat dengan kesiapan menikah dibandingkan kematangan emosi pada subjek yang diteliti.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Ratna Mustika Handayani, S.Psi., M.Psi., Psi.
Uncontrolled Keywords: Religiusitas, Kematangan Emosi, Kesiapan Menikah, Santri. Dewasa Awal
Subjects: 100 Filsafat dan Psikologi > 150 Psikologi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora > Psikologi (S1)
Depositing User: Muh Khabib
Date Deposited: 19 Oct 2026 09:12
Last Modified: 19 Oct 2026 09:12
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78171

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum