ANALISIS KESIAPAN LABORATORIUM KIMIA DI SMA/MA KABUPATEN BANTUL DIY UNTUK MENDUKUNG INTEGRASI GREEN CHEMISTRY DALAM PEMBELAJARAN

Winda Hudi Nurlatiffah, NIM.: 22104060013 (2026) ANALISIS KESIAPAN LABORATORIUM KIMIA DI SMA/MA KABUPATEN BANTUL DIY UNTUK MENDUKUNG INTEGRASI GREEN CHEMISTRY DALAM PEMBELAJARAN. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (ANALISIS KESIAPAN LABORATORIUM KIMIA DI SMA/MA KABUPATEN BANTUL DIY UNTUK MENDUKUNG INTEGRASI GREEN CHEMISTRY DALAM PEMBELAJARAN)
22104060013_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview
[img] Text (ANALISIS KESIAPAN LABORATORIUM KIMIA DI SMA/MA KABUPATEN BANTUL DIY UNTUK MENDUKUNG INTEGRASI GREEN CHEMISTRY DALAM PEMBELAJARAN)
22104060013_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Laboratorium kimia berperan penting dalam memastikan proses pembelajaran menjadi lebih aman, efektif, dan berkelanjutan. Meski demikian, persiapan laboratorium dalam memenuhi standar nasional dan menerapkan prinsip green chemistry masih kurang dikenal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana laboratorium kimia di SMA/MA Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sudah memenuhi standar laboratorium sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tentang sarana dan prasarana laboratorium serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 26 Tahun 2008 tentang standar tenaga laboratorium, dan juga mendukung penerapan prinsip-prinsip green chemistry dalam proses belajar mengajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen pada empat SMA/MA di Kabupaten Bantul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laboratorium kimia di SMA/MA Kabupaten Bantul DIY secara umum telah memenuhi sebagian besar standar sarana, prasarana, dan tenaga laboratorium sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 26 Tahun 2008 serta kesiapan laboratorium kimia tersebut dapat mendukung penerapan prinsip pertama, kelima, dan kedua belas green chemistry. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti penggunaan laboratorium IPA terpadu, fungsi lemari asam yang belum optimal, keterbatasan fasilitas pengelolaan limbah, kerusakan beberapa peralatan laboratorium, serta tenaga laboran yang belum sepenuhnya memenuhi kualifikasi dan menjalankan tugas secara optimal. Kesiapan laboratorium juga telah mendukung penerapan prinsip-prinsip green chemistry melalui penggunaan bahan kimia sesuai kebutuhan, konsentrasi rendah, penggunaan pelarut yang lebih aman, serta pengelolaan limbah secara sederhana. Namun, penerapannya belum optimal karena masih ditemukan bahan kimia tanpa label, bahan kimia kadaluwarsa, belum adanya safety statement pada LKPD, serta keterbatasan fasilitas dan prosedur pengelolaan limbah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Nina Hamidah, S.Si. M.A.
Uncontrolled Keywords: Kesiapan Laboratorium Kimia, Green Chemistry, Pengelolaan Laboratorium, Laboratorium SMA/MA
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan > 371.33 Media Pembelajaran
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Kimia (S1)
Depositing User: Muh Khabib
Date Deposited: 11 Sep 2026 10:11
Last Modified: 11 Sep 2026 10:11
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78287

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum