Ulya Fuhaidah, - (2025) Identitas Salafi di Jambi. In: Jalinan Ilmu dan Peradaban: Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Informas. Idea Press, Yogyakarta, pp. 91-110. ISBN 978-623-484-194-7
|
Text (Identitas Salafi di Jambi)
Identitas Salafi di Jambi.pdf - Published Version Download (11MB) | Preview |
Abstract
Kelompok Salafi di Jambi berasal dari jaringan Salafi Yogyakarta. Terdapat lima orang tokoh pendiri Salafi di Jambi yang tidak berafiliasi dengan bantuan dan dana dari luar negeri. Mereka adalah masyarakat Muslim biasa yang ingin mengkaji dan menjalankan manhaj Salafi dalam kehidupan sehari-hari. Pada awalnya mereka hanya belasan orang, namun seiring dengan dibubarkannya Laskar Jihad, para pengamal manhaj Salafi di Jambi semakin bertambah. Yayasan Salafi pertamakali berdiri pada tahun 2002 dan bergerak di bidang pendidikan dan dakwah. Berdasarkan tipologi Salafi oleh para ahli, maka Salafi di Jambi dapat dikategorikan sebagai kelompok puris. Pemahaman kelompok Salafi di Jambi terhadap pengetahuan Salafi dan Wahabi menunjukkan adanya perbedaan dalam interpretasi. Secara umum, kelompok Salafi menganggap bahwa ajaran Wahabi merupakan bagian dari gerakan pembaruan Islam yang sejalan dengan prinsip-prinsip utama Salafiyah, yaitu kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman para salaf (tiga generasi pertama Islam). Namun, terdapat variasi dalam penerimaan dan pemaknaan terhadap istilah “Wahabi” yang oleh sebagian kelompok Salafi dianggap sebagai label peyoratif yang tidak mencerminkan esensi dakwah tauhid yang diajarkan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab Kelompok Salafi di Jambi cenderung menekankan aspek pemurnian akidah Islam dari unsur-unsur bid’ah, khurafat, dan taklid buta. Mereka juga memiliki ciri khas dalam memahami dan menerapkan konsep manhaj Salafi dalam kehidupan sehari-hari yang menolak membidahkan kelompok non-Salafi di Jambi. Sementara itu, istilah “Wahabi” sering kali dikaitkan dengan konteks politik dan sejarah tertentu, terutama kelompok Khawarij yang tidak sepenuhnya mencerminkan posisi teologis semua kelompok Salafi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa meskipun terdapat titik temu antara pemikiran Salafi dan Wahabi dalam hal akidah dan manhaj, namun pemahaman terhadap keduanya tidak bersifat seragam, baik di kalangan Salafi sendiri maupun dalam persepsi masyarakat umum.
| Item Type: | Book Section |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Salafi |
| Subjects: | 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.65 Organisasi Islam |
| Divisions: | Buku |
| Depositing User: | Dra. Khusnul Khotimah, SS, M.IP - |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 13:37 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 13:37 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78296 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
