Ermaya Zunita Aprilia, NIM.: 24205031038 (2026) GENEALOGI OTORITAS TAFSIR SUNNI: ANALISIS FRASA ALLAHU A’LAM TERHADAP RIWAYAT ISRA’ILIYYAT DALAM TAFSIR IBN KASIR. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (GENEALOGI OTORITAS TAFSIR SUNNI: ANALISIS FRASA ALLAHU A’LAM TERHADAP RIWAYAT ISRA’ILIYYAT DALAM TAFSIR IBN KASIR)
24205031038_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (4MB) | Preview |
|
|
Text (GENEALOGI OTORITAS TAFSIR SUNNI: ANALISIS FRASA ALLAHU A’LAM TERHADAP RIWAYAT ISRA’ILIYYAT DALAM TAFSIR IBN KASIR)
24205031038_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (9MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini menjawab tiga rumusan masalah, pertama, bagaimana posisi intelektual Ibn Kaṡīr sebagai muḥaddiṡ dalam menafsirkan al-Qur’ān berdasarkan kritik riwayat Isrā'īliyyāt. Kedua, bagaimana genealogi keilmuan yang termanifestasi dari al-Mizzī dan Ibn Taymiyyah membentuk sistem kritik riwayat Ibn Kaṡīr, dan ketiga, mengapa Ibn Kaṡīr secara sadar membatasi x elaborasi furū'iyyah di tengah dominasi fuqahā' Syāfi'ī era Mamlūk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan analisis deskriptif-eksplanatif, dioperasionalkan melalui tiga perangkat genealogis Foucault, régime de vérité untuk membaca sistem seleksi riwayat, apparatus untuk melacak pembentukan subjek mufassir oleh al-Mizzī dan Ibn Taymiyyah, serta technology of the self untuk membaca sikap Ibn Kaṡīr terhadap polemik fikih di era tersebut. Sumber data primer adalah Tafsīr al-Qur'ān al-'Aẓīm, sedangkan data sekunder mencakup Tahżīb al-Kamāl karya al-Mizzī, Muqaddimah fī Uṣūl al-Tafsīr dan Majmū' al-Fatāwā karya Ibn Taymiyyah. Penelitian ini menyimpulkan tiga temuan. Pertama, penggunaan frasa Allāhu a'lam oleh Ibn Kaṡīr bukan sekadar ungkapan kehati-hatian, melainkan instrumen epistemis aktif yang memposisikannya sebagai mufassir ahl al-ḥadīṡ yang sikapnya terhadap Isrā'īliyyāt, yakni menerima, menolak, mendiamkan, atau menegosiasikan riwayat berdasarkan standar kritik sanad. Kedua, metodologi Ibn Kaṡīr dalam menyikapi Isrā'īliyyāt merupakan transmisi apparatus yang dapat dilacak secara genealogis, sistem penilaian perawi dari al-Mizzī dan kompas purifikasi teologis Ibn Taymiyyah ditransposisikan ke dalam tafsirnya. Ketiga, meskipun khilaf fikih hadir di dalam tafsirnya, Ibn Kaṡīr secara sadar tidak mengelaborasinya secara mendalam sebuah technology of the self yang kalkulatif, memilih identitas mufassir-muḥaddiṡ yang independen adalah strategi bertahan yang lebih efektif di zaman Mamlūk dibandingkan polemik furū'iyyah terbuka di era dominasi mażhab Syāfi'ī. Kata Kunci: Isrā'īliyyāt, Ibn Kaṡīr, Genealogi Pengetahuan, Era Mamlūk, Allāhu a'lam.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Dr. Mahbub, M.Ag. |
| Uncontrolled Keywords: | Isra'iliyyat, Ibn Kaṡīr, Genealogi Pengetahuan, Era Mamluk, Allahu a'lam. |
| Subjects: | Ilmu Alqur’an dan Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur'an dan Tafsir (S2) |
| Depositing User: | S.Sos Sofwan Sofwan |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 14:02 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 14:02 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78298 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
