Syaiful Aslam, NIM.: 24205031033 (2026) ANALISIS KISAH NABI ISA DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN NARATOLOGI A.J. GREIMAS). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (ANALISIS KISAH NABI ISA DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN NARATOLOGI A.J. GREIMAS))
24205031033_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (4MB) | Preview |
|
|
Text (ANALISIS KISAH NABI ISA DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN NARATOLOGI A.J. GREIMAS))
24205031033_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf Restricted to Registered users only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
Kisah dalam al-Qur’an bukan sekadar rekaman sejarah, melainkan instrumen teologis dan pedagogis yang memiliki struktur naratif yang kompleks. Di antara berbagai kisah, narasi kisah Nabi Isa dalam al-Qur’an memiliki fase peristiwa yang unik, karena disampaikan secara terfragmentasi di berbagai surah dan tidak disusun secara kronologis. Meskipun demikian, narasi tersebut secara konsisten berfungsi sebagai respons dialektis untuk menegaskan batas antara kenabian dan ketuhanan. Dalam konteks kajian narasi kisah Nabi dalam al-Qur’an diperlukan pendekatan dari dua sisi, yaitu kritik sejarah dan analisis struktural. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini difokuskan pada dua persoalan pokok, yaitu bagaimana rangkaian peristiwa dan komponen cerita Nabi Isa disusun secara tekstual dalam al-Qur’an, serta bagaimana struktur naratif tersebut dapat dibedah untuk mengungkap makna lahir melalui skema aktansial dan fungsional dan makna batinnya melalui persegi semiotik. Penelitian ini menghasilkan dua temuan utama. Pertama, kisah Nabi Isa dalam al-Qur’an tidak hadir secara kronologis dalam satu surah, melainkan tersebar di berbagai surah. Meskipun demikian, segmen-segmennya membentuk satu alur naratif yang utuh dan koheren ketika dibaca secara struktural. Alur tersebut bergerak melalui tujuh segmen yang saling berkelanjutan, yakni: kabar kehamilan, kelahiran tanpa ayah, kembalinya Maryam kepada kaumnya bersama Nabi Isa, dakwah kepada Bani Israil, permintaan hidangan dari langit, penyelamatan melalui peristiwa rafa’, hingga dialog ilahi sebagai penutup naratif yang memuat klarifikasi tauhid. Kedua, analisis naratologi A.J. Greimas terhadap makna lahir kisah ini mengungkap sebuah misi profetik yang terstruktur secara teleologis. Nabi Isa berperan sebagai Subjek (subject) sentral yang mengemban mandat Allah selaku Pengirim (sander), dengan Objek (object) berupa pemurnian tauhid dan validasi kebenaran kitab terdahulu bagi Bani Israil dan umat manusia sebagai Penerima (receiver). Dinamika naratif dibangun melalui dialektika antara kekuatan Penolong (helper) yang termanifestasi dalam mukjizat supranatural dan loyalitas Al-Hawariyyun melawan Penghalang (opponent) berlapis berupa konspirasi fisik dan distorsi ideologis. Adapun makna batin kisah Nabi Isa dalam al-Qur’an dapat dirumuskan sebagai narasi penegasan batas ontologis antara Pencipta dan makhluk. Kisah ini merupakan argumen teologis terstruktur yang menegaskan bahwa keajaiban sejati bukan merupakan bukti ketuhanan seorang manusia, melainkan manifestasi kekuasaan Allah yang bekerja melalui hamba pilihannya. Dengan demikian, seluruh anomali eksistensial yang melekat pada diri Nabi Isa sepanjang narasi tidak berujung pada klaim ketuhanan, melainkan justru bermuara pada penegasan kehambaan yang paling mutlak.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Prof. Dr. Ustadi Hamsah, S.Ag., M.Ag |
| Uncontrolled Keywords: | A.J. Greimas; Nabi Isa; naratologi; struktur narasi; tauhid |
| Subjects: | Tafsir Al-Qur'an > Kisah dalam Al-Qur'an |
| Divisions: | Jurnal > 37. Global Review of Islamic Economics and Business |
| Depositing User: | Muchti Nurhidaya [muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id] |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 09:49 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 09:49 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78325 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
