TEORI SOSIOKULTURAL LEV VYGOTSKY SEBAGAI SOLUSI ATAS KECEMASAN BELAJAR MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB

Amy Shelawah Mukhtarini, NIM.: 23204022013 (2026) TEORI SOSIOKULTURAL LEV VYGOTSKY SEBAGAI SOLUSI ATAS KECEMASAN BELAJAR MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (TEORI SOSIOKULTURAL LEV VYGOTSKY SEBAGAI SOLUSI ATAS KECEMASAN BELAJAR MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB)
23204022013_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (12MB) | Preview
[img] Text (TEORI SOSIOKULTURAL LEV VYGOTSKY SEBAGAI SOLUSI ATAS KECEMASAN BELAJAR MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB)
23204022013_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (15MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji kecemasan belajar bahasa Arab yang dipahami sebagai kondisi psikologis nyata dan melibatkan dimensi kognitif, afektif, dan fisiologis, serta merumuskan teori sosiokultural Lev Vygotsky sebagai kerangka solusi atasnya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) dan teknik analisis isi model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan pokok. Pertama, kecemasan belajar bahasa Arab terjadi melalui tiga dimensi utama, yaitu communication apprehension, test anxiety, dan fear of negative evaluation, yang secara konkret tampak pada keengganan berbicara spontan, hilangnya konsentrasi saat ujian lisan, dan keengganan menjawab karena takut akan penilaian buruk. Kedua, pokok-pokok teori sosiokultural Vygotsky yang berupa mediasi sosial, Zona Perkembangan Proksimal (ZPD), dan scaffolding dipahami sebagai kerangka solusi, di mana ZPD dimaknai sebagai jarak antara kemampuan aktual dan potensial mahasiswa yang berpotensi meningkatkan risiko ketidakberdayaan/kelemahan dalam belajar (learned helplessness) tanpa disertai scaffolding memadai. Ketiga, teori sosiokultural Vygotsky digunakan sebagai solusi dengan menjelaskan bahwa kecemasan, meski dialami secara personal, dapat direkonstruksi melalui mediasi sosial dan interaksi kelas, di mana ketidaksesuaian antara tuntutan tugas dan kualitas scaffolding yang diperkuat oleh minimnya mediasi sosial dan dominasi koreksi publik dapat menjadi mekanisme pemicu kecemasan, yang juga dikaitkan dengan konsep khauf dan rajā’ dalam tradisi Islam sejalan dengan paradigma integrasi-interkoneksi UIN Sunan Kalijaga. Keempat, kerangka konseptual solusi dirumuskan melalui sintesis tiga proposisi, yaitu kecemasan lahir melalui interaksi sosial, kecemasan adalah sinyal ketidaksesuaian dalam ZPD, dan kecemasan dapat dipulihkan melalui restrukturisasi pengalaman sosial yang dirangkum ke dalam model empat lapisan ekologi sosiokultural, mulai dari konteks makro sosial-keagamaan hingga internalisasi psiko-individual mahasiswa.Penelitian ini mengisi celah konseptual antara kajian Foreign Language Anxiety dan teori sosiokultural dalam pendidikan bahasa Arab, serta mengimplikasikan bahwa penanganan kecemasan belajar bahasa Arab memerlukan transformasi konteks sosial pembelajaran, bukan sekadar intervensi psikologis individual semata.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Supervisor: Dr. Nasiruddin, M.S.I., M.Pd.
Uncontrolled Keywords: Kecemasan Belajar, Bahasa Arab, Sosiokultural, Lev Vygotsky
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan > 370.15 Psikologi Pendidikan
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Islam (S2) > Pendidikan Bahasa Arab
Depositing User: Muh Khabib
Date Deposited: 23 Sep 2026 11:05
Last Modified: 23 Sep 2026 11:05
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78390

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum