USLUB AL ISTI'ARAH WA MA'ANIHA FI SURAT AL NAHL : DIRASAT TAHLILIYYAH BALAGHIYYAH

Ahmad Dzukaul Fuad, NIM.: 02110901 (2006) USLUB AL ISTI'ARAH WA MA'ANIHA FI SURAT AL NAHL : DIRASAT TAHLILIYYAH BALAGHIYYAH. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (USLUB AL ISTI'ARAH WA MA'ANIHA FI SURAT AL NAHL : DIRASAT TAHLILIYYAH BALAGHIYYAH)
02110901_BAB I_BAB PENUTUP dan DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (9MB) | Preview
[img] Text (USLUB AL ISTI'ARAH WA MA'ANIHA FI SURAT AL NAHL : DIRASAT TAHLILIYYAH BALAGHIYYAH)
02110901_BAB II sampai BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (18MB) | Request a copy

Abstract

Mukjizat yang takkan pemah sima ditelan waktu dan selalu actual guna menjawab berbagai tantangan zaman, sebuah sosok dari al Qur' an. Dia hadir jauh berabad-abad yang silam sebagai respon dari tren budaya bangsa Arab Jahiliyah yang hanyut dalarn keindahan lantunan puisi para penyair kenamaan. Aspek kemukjizatan al Qur' an yang lebih menonjol terletak dari aspek kebahasaan, baik struktur (Sintaksis), gaya (Style) bahasa, maupun pemilihan kata perkata (Diksi). Tak seorangpun marnpu membuat, menggubah sebuah ayat pun yang semisal dengannya hattal an. Semasa Jahiliyah, terdapat sebuah ungkapan yang amat disakralkan Bagaimana aJ Qur' an sanggup mengalahkan kepiawayan para sastrawan Arab, hingga mereka bertekuk lutut di hadapannya ? dan bagaiman mereka sepakat mengakui daya pesona serta aura yang terpancar darinya seolah-olah bagaikan pengaruh sihir, baik orang yang mengimaninya ataupun orang yang menentangnya Terlepas dari itu semua, banyak ditemukan uslub (Style) yang digunakan al Qur' an untuk berdialog dengan Mukhatabnya, sesuai dengan kemampuan serta pemahaman menangkap makna yang tersurat maupun tersirat di daJamnya. Pemahaman perorang akan sangat berbeda dalam memaknai sebuah kata apakah kata tersebut dimaknai dengan makna Denotasi ataukah Konotasi. Isli 'arah adalah merupakan gaya bahasa yang menempatkan sebuah kata tidak lagi pada makna yang sebenarnya (Denotasi) akan tetapi kata tersebut akan mempunyai makna baru, dengan adanya kesinambungan antara makna denotasi dengan makna konotasi. Seorang gadis diibaratkan bagaikan sekuntum bunga yang sedang mekar-mekarnya Antara seorang gadis dan sekuntum bunga terdapat sebuah keserasian serta kesinambungan makna, bunga memberikan kesejukan serta rasa ingin mendekat dan memetiknya, demikian halnya dengan seorang gadis. Dalam surat an Nahl banyak dijumpai penggunaan Uslub Jsti' arah, apabila seseorang tidak jeli serta teliti dalam memaknai ayat yang menggukan Uslub tersebut maka banyak kemungkinan ia hanya terjebak kepada pemaknaan secara leksikal saja sedangkan makna estetis yang terkandung di dalarnnya akan terlewatkan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Pembimbing: Drs. HM Syakir Ali, M.Si.
Uncontrolled Keywords: Ilmu uslub; surah an nahl; tata bahasa arab
Subjects: Kesusastraan Arab > Bahasa dan Sastra Arab - Analisis Teks
Bahasa Arab > Bahasa Arab Tatabahasa - Sejarah
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Bahasa dan Sastra Arab (S1)
Depositing User: Widiyastuti, M.IP
Date Deposited: 28 Sep 2026 14:58
Last Modified: 28 Sep 2026 14:58
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78473

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum