FILANTROPI KEPIALANGAN: STUDI DAMPAK DAN KEBERLANJUTAN PROGRAM "BORONG SINGKONG PETANI' BAZNAS KOTA YOGYAKARTA DAN 'BANTU PETANI SINGKONG' MASJID NURUL ASHRI

Nurul Istiqomah, NIM.: 24200011092 (2026) FILANTROPI KEPIALANGAN: STUDI DAMPAK DAN KEBERLANJUTAN PROGRAM "BORONG SINGKONG PETANI' BAZNAS KOTA YOGYAKARTA DAN 'BANTU PETANI SINGKONG' MASJID NURUL ASHRI. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (FILANTROPI KEPIALANGAN: STUDI DAMPAK DAN KEBERLANJUTAN PROGRAM "BORONG SINGKONG PETANI' BAZNAS KOTA YOGYAKARTA DAN 'BANTU PETANI SINGKONG' MASJID NURUL ASHRI)
24200011092_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (11MB) | Preview
[img] Text (FILANTROPI KEPIALANGAN: STUDI DAMPAK DAN KEBERLANJUTAN PROGRAM "BORONG SINGKONG PETANI' BAZNAS KOTA YOGYAKARTA DAN 'BANTU PETANI SINGKONG' MASJID NURUL ASHRI)
24200011092_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (13MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis pertanian yang dialami petani singkong di Kabupaten Gunungkidul akibat anjloknya harga jual hasil panen. Kondisi tersebut mendorong lahirnya berbagai bentuk respons filantropi Islam yakni di BAZNAS Kota Yogyakarta dan Masjid Nurul Ashri. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme dan logika intervensi kedua program, mengkaji sejauh mana intervensi tersebut mampu mentransformasikan kerentanan petani menuju ketangguhan penghidupan yang berkelanjutan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan program. Analisis data dilakukan secara interpretatif dengan menggunakan perspektif brokerage, konsep filantropi Islam, dan Sustainable Livelihood Framework (SLF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua program merepresentasikan model Filantropi Kepialangan, yaitu model filantropi yang menempatkan lembaga sebagai broker yang menghubungkan petani, donatur, dan penerima manfaat ganda melalui mekanisme pembelian hasil panen yang kemudian diterimakan oleh donatur serta disalurkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan. Dalam model ini, lembaga filantropi menjalankan tiga fungsi broker yang saling melengkapi, yaitu bridging, dengan menjembatani kesenjangan struktural antara petani dan donatur; enabling, dengan memfasilitasi proses transaksi yang adil, meningkatkan kepercayaan diri petani, dan memperkuat kapasitas mereka untuk bertahan di tengah krisis; serta bonding, dengan membangun jejaring kolaboratif antara petani, donatur, relawan, dan masyarakat. Ketiga fungsi tersebut menjadikan filantropi tidak lagi sekadar menyalurkan bantuan, melainkan membangun hubungan sosial yang memperkuat daya tahan komunitas.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Supervisor: Prof. Dr. Moch. Nur Ichwan, S.Ag., M.A.
Uncontrolled Keywords: Filantropi Kepialangan, Brokerage, Bridging, Enabling, Bonding, Sustainable Livelihood Framework
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 360 Permasalahan dan Kesejahteraan Sosial > 361.3 Pekerjaan Sosial, Filantropi
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Interdisciplinary Islamic Studies > Filantropi, Kebencanaan, dan Pembangunan Berkelanjutan
Depositing User: Muh Khabib
Date Deposited: 05 Oct 2026 11:29
Last Modified: 05 Oct 2026 11:29
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78658

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum