“OJO LEREN DADI WONG APIK”: PRAKTIK, MOTIVASI DAN MAKNA KEDERMAWANAN PEREMPUAN DI KABUPATEN JOMBANG

I’in Nuraini, NIM.: 24200011095 (2026) “OJO LEREN DADI WONG APIK”: PRAKTIK, MOTIVASI DAN MAKNA KEDERMAWANAN PEREMPUAN DI KABUPATEN JOMBANG. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (“OJO LEREN DADI WONG APIK”: PRAKTIK, MOTIVASI DAN MAKNA KEDERMAWANAN PEREMPUAN DI KABUPATEN JOMBANG)
24200011095_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (8MB) | Preview
[img] Text (“OJO LEREN DADI WONG APIK”: PRAKTIK, MOTIVASI DAN MAKNA KEDERMAWANAN PEREMPUAN DI KABUPATEN JOMBANG)
24200011095_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (15MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik kedermawanan perempuan Muslim dalam kehidupan sehari-hari di Kabupaten Jombang. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana perempuan Muslim di Jombang mempraktikkan kedermawanan, apa yang mendorong mereka melakukannya, dan bagaimana mereka memaknai praktik tersebut dalam perjalanan hidupnya. Penelitian ini berangkat dari argumen bahwa kedermawanan tidak hanya terbentuk dari ajaran agama atau keputusan seseorang untuk memberi, tetapi tumbuh melalui pengalaman hidup, hubungan sosial, serta lingkungan budaya dan keagamaan yang dijalani sepanjang kehidupan. Penelitian ini menggunakan pendekatan life history dengan metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima perempuan Muslim di Kabupaten Jombang yang memiliki latar belakang pekerjaan dan pengalaman hidup yang beragam. Perspektif Amira Mittermaier dalam Beyond Compassion: Islamic Voluntarism in Egypt digunakan untuk memahami kedermawanan sebagai bagian dari kehidupan keagamaan sehari-hari dan relasi dengan Allah, bukan semata-mata sebagai tindakan yang didorong oleh belas kasih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedermawanan perempuan Muslim di Jombang merupakan praktik sosial-keagamaan yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Kedermawanan diwujudkan melalui pemberian uang, makanan, barang, waktu, tenaga, dan pengetahuan, baik secara langsung maupun melalui kegiatan sosial, komunitas, lembaga filantropi, dan media digital. Dorongan untuk berderma tidak bersifat tunggal, tetapi meliputi kesalehan sehari-hari, rasa syukur, empati terhadap sesama, serta manfaat dan kebahagiaan setelah berbagi. Praktik tersebut juga berubah mengikuti perjalanan hidup dan kondisi para informan. Makna kedermawanan terbentuk sejak keluarga sebagai ruang awal mengenal dan meneladani kebiasaan berbagi, kemudian berkembang melalui pendidikan, pengalaman hidup, komunitas, pesantren, lingkungan sosial, budaya, dan tradisi keagamaan. Dengan demikian, kedermawanan perempuan Muslim di Jombang tidak cukup dipahami sebagai tindakan memberi atau motivasi berderma, tetapi sebagai praktik sosial-keagamaan yang tumbuh, berubah, dan dimaknai sepanjang perjalanan hidup.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Supervisor: Dr. Subi Nur Isnaini.
Uncontrolled Keywords: Kedermawanan, Perempuan Muslim, Filantropi Islam, Life History, Belas Kasih
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 360 Permasalahan dan Kesejahteraan Sosial > 361.3 Pekerjaan Sosial, Filantropi
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Interdisciplinary Islamic Studies > Filantropi, Kebencanaan, dan Pembangunan Berkelanjutan
Depositing User: Muh Khabib
Date Deposited: 05 Oct 2026 11:49
Last Modified: 05 Oct 2026 11:49
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78663

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum