AHMADAL FITHRI, 01110414 (2006) MA'NA ASHAB AL YAMIN WA ASHAB AL SHIMAL FI AL QUR'AN: dirasah tahliliyah sima'iyah. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (Ma'na ashab al yamin wa ashab al shimal fi al Qur'an: dirasah tahliliyah sima'iyah)
01110414_BAB I_BAB PENUTUP dan DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (7MB) | Preview |
|
|
Text (Ma'na ashab al yamin wa ashab al shimal fi al Qur'an: dirasah tahliliyah sima'iyah)
01110414_BAB II sampai BAB III.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (9MB) | Request a copy |
Abstract
Di dalam al-Qur'an, terdapat kata Ashabu al-Yamin wa Ashabu asy- Syimal. Kedua kata tersebut beserta variannya hanya terdapat dalam tiga surat dalam al-Qur'an, yakni : Surat al-Waqi'ah, al-Muddatsir, dan al-Balad. Kedua kata tersebut merupakan istilah tersendiri yang menjelaskan kondisi manusia setelah terjadinya Hari Kiamat. Orang-orang yang hidup bahagia, penuh kedamaian dan ketenangan masuk dalam kategori Ashabu al-Yamin, dan mereka yang sengsara, tersiksa dan terhina masuk dalam kategori Ashabu asy-Syimal. Melihat fenomena ini, peneliti tertarik untuk meneliti kedua kata tersebut. Untuk meneliti kedua kata tersebut, peneliti menggunakan teori semiotik Cahrles Sanders Peirce. Karena menurut Peirce segala sesuatu yang dapat dipikirkan adalah tanda. Dan peneliti menganggap kedua kata tersebut sebagai tanda. Konsep Peirce tentang makna sebuah tanda harus melibatkan tiga kesatuan, yaitu : representament, objecl, dan interpretan. Dengan menjadikan kedua kata tersebut sebagai tanda, maka peneliti harus mencari objek dari tanda itu dan menginterpretasikannya. lnlerpretan tersebut dapat menjadi representament baru yang meliputi object baru dan interpretan baru pula, dan demikian seterusnya tanpa batas. Tetapi dalam penelitian ini, peneliti membatasi sesuai kebutuhan penelitian. Setelah melakukan penelitian dengan teori semiotik, peneliti menemukan banyak tanda yang mendukung makna Ashabu al-Yamin sebagai sebuah kategori hal-hal yang baik, dan Ashabu asy-Syimal sebagai kategori hal-hal yang buruk. Dan kata al-Ashabu al-Mukarromun sebagai makna dari kata Ashabu al-Yamin, dan kata al-Ashabu al-Madzmumun sebagai makna kata Ashabu asy-Syimal. Dan penelitian ini dapat rnenjadi sumber informasi baik secara teori keilmuan maupun spiritualitas. Sehingga manusia dapat lebih giat dalam beribadah, serta mendorong untuk lebih giat dalam mekakukan penelitian yang sama.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ashab al Yamin, Ashab al syimal, teori semiotik, Cahrles Sanders Pierce |
| Subjects: | al Qur'an > Qur'an - analsis bahasa |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Bahasa dan Sastra Arab (S1) |
| Depositing User: | Wahyani , MIP |
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 15:08 |
| Last Modified: | 05 Oct 2026 15:08 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78681 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
