MUH. MUSTA'IN, NIM. 01110428 (2006) AL MAJAZ AL LUGHAWI FI SURAT AL BAQARAH: dirasah tahliliyah bilaghiyah. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (Al Majaz al lughawi fi Surat al Baqarah: dirasah tahliliyah bilaghiyah)
01110428_BAB I_BAB PENUTUP dan DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (6MB) | Preview |
|
|
Text (Al Majaz al lughawi fi Surat al Baqarah: dirasah tahliliyah bilaghiyah)
01110428_BAB II sampai BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (11MB) | Request a copy |
Abstract
Al-Qur'an menggunakan bahasa Arab yang diyakini sebagai bahasa yang dipilih Allah, yang mana untuk memahami kandungannya diperlukan ketelitian terutama bagian-bagian al-Qur'an yang sulit untuk dipahami. Di dalamnya terdapat ayat-ayat mutasyabihat atau ayat-ayat yang masih samar pengertiannya (al-ghumudh) yang disebabkan oleh ke-mujmalan al-Qur'an, seperti lafat musytarak (lafal yang memiliki makna ganda), gharabah al-lafzh (lafal yang masih asing), al-hadzf (pembuangan lafal), ikhtilaf marji' (adanya perbedaan tempat kembalinya kata ganti), at-taqdim wa at-ta 'khir (lafal yang didahulukan dan diakhirkan) dan al-haqiqah wa al-majaz (lafal yang memiliki makna yang sebenamya dan lafal yang tidak bermakna sebenamya). Untuk menghindari ·kekeliruan dalam memahami kandungan al-Qur'an skripsi ini mencoba meneliti ayat-ayat yang masih samar tersebut yang masih perlu diperjelas kembali maksud kandungan ayat-ayat itu, sehingga apa yang dimaksudkan oleh ayat tersebut dapat dipahami dan dapat diterapkan. Namun begitu, skripsi ini hanya memfokuskan permasalahan pada segi al-majaz saja. Surah al-Baqarah merupakan salah satu surah dalam al-Qur'an juga terdapat banyak kandungan majas dalam ayat-ayatnya. Salah satu kasus majas lughawi adalah yang berbentuk "ithlaq ism al-kull 'ala al-juz '" (menyebutkan keseluruhan satuan, tetapi yang dimaksud adalah sebagian) dapat kita lihat dalam surah al-Baqarah, 2: 19. artinya "mereka menyumbat telinga-telinganya dengan anak-anak jarinya, kerena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati." Maksud lafal ashabi 'ahum (anak-anak jarinya) dengan menggunakan bentuk jamak tetapi bermakna satu jari saja, bukan seluruh jari-jarinya. Hal ini sebagai isyarat atas rasa ketakutan yang ·berlebih-lebihan yang dialami oleh orang-orang kafir ketika ditimpa hujan yang sangat lebat dan keadaan yang gelap gulita serta kerasnya bunyi petir dan kilat, sehingga mereka seolah-olah memasukkan seluruh jari jarinya ke dalam telinganya. Dengan menggunakan pendekatan balaghah, diharapkan dapat mengungkapkan makna-makna majas yang ada di dalam surah al-Baqarah
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Dr. Alwan Khoiri, M.A. - Digitalisasi |
| Uncontrolled Keywords: | Majaz, Surat al Baqarah, balaghah |
| Subjects: | al Qur'an > Qur'an - analsis bahasa |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Bahasa dan Sastra Arab (S1) |
| Depositing User: | Wahyani , MIP |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 08:45 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 08:45 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78693 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
