Siti Musfirotun, NIM.: 90530668 (1996) AL-LIWATH DALAM AL-QUR'AN (Tafsir Tematik). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (AL-LIWATH DALAM AL-QUR'AN (Tafsir Tematik))
90530668_BAB I_BAB PENUTUP dan DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (8MB) | Preview |
|
|
Text (AL-LIWATH DALAM AL-QUR'AN (Tafsir Tematik))
90530668_BAB II sampai BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (21MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai perbuatan al-liwath (penyimpangan seksual/homoseksualitas) baik pada masa Nabi Luth maupun pada masa modern beserta dampak negatif yang ditimbulkannya, serta mengkaji ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan al-liwath guna menumbuhkan kesadaran dan semangat keagamaan bagi penulis dan pembaca. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode tafsir tematik (maudhu'i). Pengumpulan data dilakukan dengan menghimpun ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan al-liwath (seperti yang diungkapkan melalui term sayyi'at, fahisyah, dan khabith), menyusunnya secara kronologis berdasarkan masa turunnya ayat beserta asbabun nuzul-nya, serta melengkapinya dengan rujukan Kutubus Sittah, kitab-kitab tafsir (seperti Tafsir Al-Manar dan Tafsir Al-Azhar), serta literatur ilmu jiwa dan kesehatan. Data dianalisis secara komprehensif untuk memperoleh kesimpulan yang utuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-liwath menurut Al-Qur'an adalah perbuatan bersetubuh atau melampiaskan syahwat antara sesama jenis kelamin (baik antar-laki-laki maupun antar-perempuan) yang dinyatakan sebagai perbuatan keji (fahisyah), buruk (sayyi'at), dan kotor (khabith) yang melampaui batas fitrah kemanusiaan. Al-Qur'an mengisahkan kehancuran kaum Nabi Luth sebagai iktibar agar umat manusia tidak mengulangi perbuatan tersebut. Pada masa modern, perilaku penyimpangan seksual ini kembali merebak akibat pudarnya nilai keagamaan dan pengaruh kebebasan pergaulan. Dampak yang ditimbulkannya sangat fatal, baik berupa kerusakan moral, ancaman keutuhan keluarga dan masyarakat, hingga timbulnya penyakit berbahaya yang belum ada obatnya seperti AIDS. Pencegahan dan penanggulangan al-liwath harus dilakukan dengan menguatkan kembali pelaksanaan hukum Allah, membentengi moral masyarakat, serta meningkatkan kesadaran keagamaan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Drs. H. A Chaliq Muchtar dan Dra. Sekar Ayu Aryani, MA - Digitalisasi |
| Uncontrolled Keywords: | al-liwath; tafsir tematik (maudhu'i); kisah nabi luth; penyimpangan seksual |
| Subjects: | 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1) |
| Depositing User: | Lusia Ega Andriana |
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 13:47 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 13:47 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78794 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
