TRADISI SAPARAN DI DESA AMBARKETAWANG, KECAMATAN GAMPING, KABUPATEN SLEMAN

Siti Hajar, NIM.: 97121938 (2002) TRADISI SAPARAN DI DESA AMBARKETAWANG, KECAMATAN GAMPING, KABUPATEN SLEMAN. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (TRADISI SAPARAN DI DESA AMBARKETAWANG, KECAMATAN GAMPING, KABUPATEN SLEMAN)
97121938_BAB I_BAB PENUTUP dan DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (9MB) | Preview
[img] Text (TRADISI SAPARAN DI DESA AMBARKETAWANG, KECAMATAN GAMPING, KABUPATEN SLEMAN)
97121938_BAB II sampai BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (17MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap latar belakang dan asal-usul tradisi Saparan di Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, serta mendeskripsikan bentuk pelaksanaan upacara, makna simbol-simbol yang terkandung di dalamnya, dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial keagamaan masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan antropologi budaya. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi langsung terhadap pelaksanaan upacara, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pihak terkait, serta studi kepustakaan dan dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Saparan berawal dari perintah Sri Sultan Hamengku Buwono I untuk mengadakan selamatan penyembelihan pengantin bekakak (tiruan pengantin dari tepung ketan yang diisi juruh) guna memohon keselamatan dan menghindarkan para pekerja pemotong batu kapur dari marabahaya serta rasa takut terhadap arwah Ki Wirasuto. Rangkaian upacara meliputi tahap midodareni pengantin bekakak pada malam hari di Balai Desa Ambarketawang dan puncak acara berupa kirab/pawai menuju bekas Gunung Ambarketawang untuk dilanjutkan dengan penyembelihan bekakak serta pembagian bagian tubuh boneka dan sesaji kepada masyarakat. Berbagai ubarampe dan komponen upacara mengandung simbol-simbol pesan moril dan spritual. Secara sosial keagamaan, tradisi Saparan berfungsi mempererat solidaritas, keharmonisan, dan kebersamaan masyarakat, meskipun dalam perkembangannya terdapat perbedaan pandangan dari kalangan tokoh keagamaan mengenai aspek keyakinan dan nilai-nilai keislaman. Seiring berjalannya waktu, fungsi tradisi ini juga bergeser dari sekadar ritual kepercayaan lokal menjadi wadah pelestarian budaya daerah sekaligus sebagai aset pariwisata.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Drs. H. Mundzirin Yusuf, M.Si. - Digitalisasi
Uncontrolled Keywords: Tradisi Saparan, Ambarketawang, Bekakak, Ki Wirasuto, Akulturasi Budaya.
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 390 Adat-Istiadat Dan Kebiasaan
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User: Widiyastuti, M.IP
Date Deposited: 07 Oct 2026 11:09
Last Modified: 07 Oct 2026 11:09
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78799

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum