SDM DALAM PERSPEKTIF ORGANISASI PUBLIK

Muhammad Syarif, - and Esti Liana, - and Aris Risdiana, - and Sabaruddin Sondeng, - and Nicholas Simarmata, - and Lina Mariana, - and Hardin, - and Risnawati, - and Puteri Syarifah Al-Sakinah, - and Wina Nurhayati, - (2026) SDM DALAM PERSPEKTIF ORGANISASI PUBLIK. CV. REY MEDIA GRAFIKA, Yogyakarta. ISBN 978-634-7618-11-5

[img]
Preview
Text
SDM dalam Perspektif Organisasi Publik (1).pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Buku SDM dalam Perspektif Organisasi Publik menempatkan aparatur sipil negara sebagai jantung dari keberhasilan tata kelola pemerintahan. Dalam dunia sektor publik, birokrasi tidak hadir untuk mengejar laba materiil, melainkan mengemban amanah luhur: menghadirkan keadilan sosial, pelayanan bermutu, serta menjaga kepercayaan masyarakat. Karena itu, aparatur tidak lagi dipandang sekadar sebagai pelaksana aturan administratif yang kaku, melainkan sebagai aset strategis yang menentukan maju mundurnya pembangunan bangsa. Transformasi tersebut menuntut perombakan menyeluruh pada tata kelola kepegawaian melalui penerapan sistem merit yang objektif dan transparan. Sejak awal, kebutuhan pegawai dipetakan secara terukur lewat analisis beban kerja dan peramalan jabatan yang presisi. Proses rekrutmen dan seleksi dibuka seluas-luasnya berbasis kompetensi, bebas dari intervensi politik maupun relasi patronase. Kinerja aparatur pun dinilai bukan dari tumpukan berkas formalitas semata, melainkan dari manfaat nyata (outcome dan impact) yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Namun, keahlian dan sistem yang canggih tidak akan berjalan tanpa fondasi nilai. Bekerja di sektor publik menuntut motivasi pelayanan publik (Public Service Motivation)—sebuah panggilan moral dan altruisme yang melampaui sekadar gaji atau tunjangan kinerja. Integritas, etika profesi, serta disiplin hukum menjadi kompas utama bagi setiap aparatur agar terhindar dari penyalahgunaan wewenang dan konflik kepentingan. Keteladanan pimpinan yang melayani (servant leadership) hadir sebagai penggerak yang menginspirasi, membimbing, dan menjaga arah nilai-nilai tersebut tetap hidup di lingkungan kerja. Pada akhirnya, buku ini menyimpulkan bahwa reformasi birokrasi di era modern dan digital bukan semata tentang modernisasi teknologi atau perampingan struktur organisasi. Reformasi sejati bertumpu pada pergeseran budaya kerja: meruntuhkan kebiasaan lama yang lamban dan resistan terhadap perubahan, lalu menggantinya dengan budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, profesional, serta berorientasi penuh pada kepentingan rakyat.

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: manajemen kinerja organisasi publik; aparatur publik; kinerja ASN; etika profesi
Subjects: 600 Sains Terapan > 650 Business/Bisnis > 658.3 Manajemen Personalia, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen SDM
Divisions: Buku
Depositing User: Muchti Nurhidaya [muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id]
Date Deposited: 08 Oct 2026 11:33
Last Modified: 08 Oct 2026 11:33
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78889

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum