TEORI KONFLIK SEBAGAI ANALISIS PERKEMBANGAN FIQH PERIODE NABI DAN MURAJIHIN

Arif Fahrudin, NIM.: 96362595 (2001) TEORI KONFLIK SEBAGAI ANALISIS PERKEMBANGAN FIQH PERIODE NABI DAN MURAJIHIN. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (TEORI KONFLIK SEBAGAI ANALISIS PERKEMBANGAN FIQH PERIODE NABI DAN MURAJIHIN)
96362595_BAB I_BAB PENUTUP dan DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (14MB) | Preview
[img] Text (TEORI KONFLIK SEBAGAI ANALISIS PERKEMBANGAN FIQH PERIODE NABI DAN MURAJIHIN)
96362595_BAB II sampai BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (39MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perkembangan hukum Islam (fiqh) pada periode kenabian (Nabi) dan masa kemunduran/taklid (Murajihin) menggunakan pisau analisis sosiologis teori konflik (melalui perspektif Karl Marx, Ralf Dahrendorf, Antonio Gramsci, hingga Mazhab Frankfurt), mengidentifikasi pola-pola konflik sosial-politik yang menyertai formulasi hukum, serta memetakan bentuk konflik konstruktif versus destruktif yang memengaruhi progresivitas pemikiran hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi pustaka (library research) dengan pendekatan sosio-historis. Sumber data primer meliputi literatur sosiologi konflik serta kitab-kitab sejarah legislasi Islam dan sejarah hukum Islam (tarikh at-tasyri'). Data dianalisis secara deskriptif-komparatif-analitis, di mana aspek sosiologis dikaji secara interpretatif dan sejarah hukum Islam dikaji secara eksploratif-komparatif untuk menarik benang merah antara struktur sosial dan produk hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Periode Nabi (khususnya fase Makkah dan Madinah) diwarnai oleh konflik struktural dan ideologis yang bersifat konstruktif-liberatif. Konflik antara risalah Islam dan status quo Jahiliyah melahirkan dialektika hukum yang progresif melalui mekanisme tadrij (evolusi hukum), koreksi atas adat yang menindas, serta ruang ijtihad kolektif (syura), sehingga fiqh mampu berfungsi sebagai pengendali sekaligus transformator sistem sosial; dan (2) Periode Murajihin diwarnai oleh konflik destruktif dan stagnasi sistemik akibat dominasi politik penguasa, fanatisme mazhab (madzhabisme sempit), friksi internal yang tidak sehat, serta "loncatan intelektual" dari fiqh minded ke tasawuf minded akibat kelelahan politik. Hal ini menyebabkan sistem fiqh kehilangan daya kontrol sosialnya dan tunduk pada kepentingan status quo kekuasaan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Drs. H. Dahwan dan Moch. Sodik, S.Sos., M.Si - Digitalisasi
Uncontrolled Keywords: teori konflik; fiqh periode nabi; fiqh periode murajihin;
Subjects: Hukum Islam > Sosiologi Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User: Lusia Ega Andriana
Date Deposited: 19 Oct 2026 12:39
Last Modified: 19 Oct 2026 12:39
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78985

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum