Mavana Ratih Permatasari, NIM.: 01410755 (2007) MODEL PENDAMPINGAN KEAGAMAAN PADA SISWA MUSLIM DI SMA KO LESE DE BRITTO YOGY AKARTA. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (MODEL PENDAMPINGAN KEAGAMAAN PADA SISWA MUSLIM DI SMA KO LESE DE BRITTO YOGY AKARTA)
01410755_BAB I_BAB PENUTUP dan DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (15MB) | Preview |
|
|
Text (MODEL PENDAMPINGAN KEAGAMAAN PADA SISWA MUSLIM DI SMA KO LESE DE BRITTO YOGY AKARTA)
01410755_BAB II sampai BAB III.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (25MB) | Request a copy |
Abstract
SMA Kolese De Britto Yogyakarta merupakan lembaga pendidikan formal yang berciri khas Katolik, namun memiliki heterogenitas siswa yang tinggi, termasuk menerima siswa yang memeluk agama Islam. Berdasarkan kebijakan sekolah, siswa muslim tidak diberikan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam khusus, melainkan diakomodasi melalui kebijakan pendampingan keagamaan serta mata pelajaran pengganti berupa Pendidikan Religiositas yang bersifat lintas agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model, pelaksanaan, hasil, serta faktor pendukung dan penghambat dari pendampingan keagamaan tersebut. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mengambil lokasi di SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara (termasuk purposive sampling terhadap siswa muslim dan pihak sekolah), serta dokumentasi. Model Pendampingan Keagamaan: Terbagi menjadi dua bentuk utama, yaitu:Pendidikan Religiositas: Model alternatif pendidikan agama yang bersifat lintas agama (lintas iman) sebagai substitusi mata pelajaran agama formal di sekolah, dengan menggunakan Pola Pedagogi Reflektif (PPR). Pelayanan Rohani: Akomodasi kebutuhan beragama di luar kurikulum intrakurikuler yang meliputi pendampingan pribadi (konseling dengan prinsip cura personalis) dan kegiatan ruhani Islam insidental (seperti buka puasa bersama saat Ramadan dan renungan ruhani). Pelaksanaan: Pendidikan Religiositas diajarkan selama 2 jam pelajaran per minggu menggunakan kurikulum yang diadaptasi dari pendidikan Katolik tanpa unsur eksklusifitas, sementara kegiatan keislaman difasilitasi oleh pihak sekolah berdasarkan inisiatif siswa dan presidium. Hasil Pelaksanaan: Dinilai kurang optimal dalam memenuhi kebutuhan pengajaran agama Islam secara utuh karena ketiadaan guru agama Islam formal dan terbatasnya frekuensi kegiatan kerohanian Islam khusus bagi siswa muslim. Faktor Pendukung dan Penghambat:Pendukung: Atmosfer sekolah yang sangat kondusif, sikap toleransi yang tinggi, serta keterbukaan pihak sekolah dalam memfasilitasi kegiatan keagamaan siswa muslim. Penghambat: Adanya stigma atau kecurigaan dari sebagian masyarakat luar terhadap misi sekolah, keterbatasan wawasan dan dasar pemahaman keislaman siswa muslim dalam mengikuti materi lintas agama, serta adanya sebagian kecil wali murid Katolik yang mengharapkan pendidikan agama Katolik secara intensif.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Dra. Susilaningsih, MA. |
| Uncontrolled Keywords: | Kolese De Britto, Katolik, heterogenitas, Pendidikan Agama Islam khusus |
| Subjects: | Pendidikan Agama Islam |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam (S1) |
| Depositing User: | S.Sos Sofwan Sofwan |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 15:29 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 15:29 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79015 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
