Ummi Maghfiroh, NIM.: 21105020075 (2026) MAKNA KEDATANGAN PAUS FRANSISKUS KE INDONESIA BAGI JEMAAT GEREJA KATOLIK KRISTUS RAJA BACIRO YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (MAKNA KEDATANGAN PAUS FRANSISKUS KE INDONESIA BAGI JEMAAT GEREJA KATOLIK KRISTUS RAJA BACIRO YOGYAKARTA)
21105020075_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (7MB) | Preview |
|
|
Text (MAKNA KEDATANGAN PAUS FRANSISKUS KE INDONESIA BAGI JEMAAT GEREJA KATOLIK KRISTUS RAJA BACIRO YOGYAKARTA)
21105020075_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (17MB) | Request a copy |
Abstract
Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada tahun 2024 menjadi peristiwa yang memperoleh perhatian besar dari masyarakat, khususnya umat Katolik. Kehadiran Paus Fransiskus tidak hanya dipahami sebagai kunjungan seorang pemimpin agama, tetapi juga sebagai peristiwa keagamaan yang memiliki makna spiritual, sosial, dan kemanusiaan bagi para jemaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa makna kehadiran Paus Fransiskus di Indonesia dalam perspektif jemaat Gereja Katolik Kristus Raja Baciro Yogyakarta serta memahami apa implikasi yang ditimbulkan dari pemaknaan tersebut terhadap kehidupan jemaat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Narasumber dalam penelitian ini terdiri atas Romo, pengelola, dan beberapa jemaat di Gereja Katolik Kristus Raja Baciro Yogyakarta Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger yang mencakup tiga tahapan, yaitu eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jemaat memaknai kehadiran Paus Fransiskus sebagai peristiwa iman yang mengandung nilai kasih, persaudaraan, perdamaian, toleransi, kesederhanaan, pelayanan, kepedulian sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup. Pada tahap eksternalisasi, jemaat membentuk pemaknaan awal berdasarkan pengalaman pribadi, informasi yang diperoleh dari berbagai media, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan keagamaan. Pada tahap objektivasi, pengalaman individual tersebut berkembang menjadi kesadaran kolektif melalui kegiatan doa novena, pendalaman iman, pelayanan sosial, dan berbagai kegiatan lintas agama. Sementara itu, pada tahap internalisasi, nilai-nilai yang dibawa oleh Paus Fransiskus diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata, seperti meningkatnya partisipasi dalam kegiatan gereja, tumbuhnya kepedulian sosial, serta semakin kuatnya hubungan antarsesama dan antarumat beragama. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa konstruksi makna terhadap kehadiran Paus Fransiskus memberikan implikasi yang signifikan terhadap kehidupan spiritual jemaat, kehidupan sosial, serta relasi antarumat beragama. Hal ini ditandai dengan semakin kuatnya penghayatan iman jemaat, meningkatnya keterlibatan dalam kegiatan dan pelayanan Gereja, tumbuhnya kepedulian terhadap sesama, serta adanya sikap terbuka dan toleran dalam membangun hubungan dengan masyarakat yang berbeda agama dan latar belakang. Dengan demikian, kehadiran Paus Fransiskus tidak hanya menjadi peristiwa keagamaan yang bersifat simbolis, tetapi juga menjadi momentum yang mendorong terbentuknya kehidupan yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada perdamaian.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Khairullah Zikri, S.Ag., MAStRel. |
| Uncontrolled Keywords: | Paus Fransiskus, Konstruksi Sosial, Peter L. Berger, Jemaat Gereja Katolik Kristus Raja Baciro, Pemaknaan Keagamaan |
| Subjects: | 200 Agama > 230 Teologi Kristen > 234.23 Imam (Katolik) |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Studi Agama Agama (S1) |
| Depositing User: | Muh Khabib |
| Date Deposited: | 13 Oct 2026 10:45 |
| Last Modified: | 13 Oct 2026 10:45 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79056 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
