MASYARAKAT JÄHILIYYAH DALAM WACANA AL-QUR'AN (Studi Tematik)

Mastur, NIM.: 91530826 (1999) MASYARAKAT JÄHILIYYAH DALAM WACANA AL-QUR'AN (Studi Tematik). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (MASYARAKAT JÄHILIYYAH DALAM WACANA AL-QUR'AN (Studi Tematik))
91530826_BAB I_BAB PENUTUP dan DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (16MB) | Preview
[img] Text (MASYARAKAT JÄHILIYYAH DALAM WACANA AL-QUR'AN (Studi Tematik))
91530826_BAB II sampai BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (23MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji pandangan al-Qur'an terhadap masyarakat Jāhiliyyah guna memahami esensi Jāhiliyyah yang sebenarnya, sehingga manusia dapat menghindari praktik-praktik kejahiliyahan dalam kehidupan sehari-hari. Para ahli sejarah umumnya melihat Jāhiliyyah sebagai periode kehidupan Arab pra-Islam (Jāhiliyyah al-'Arab). Namun, karena term tersebut tidak dibatasi secara spesifik dengan batasan waktu atau wilayah bangsa Arab tertentu di dalam al-Qur'an, penelitian ini bertujuan untuk menggali esensi al-Qur'an yang didukung oleh fakta-fakta historis, geografis, serta penafsiran dari kitab-kitab tafsir. Jenis penelitian ini adalah library research (penelitian kepustakaan) dengan menggunakan pendekatan metode tematik (maudhu'i) dan pendekatan semantik. Sumber data primer yang digunakan meliputi ayat-ayat al-Qur'an tentang Jāhiliyyah serta kitab-kitab tafsir seperti Fi Zilal al-Qur'an karya Sayyid Qutub, Tafsir al-Qur'an al-Hakim karya Syekh Muhammad Rasyid Rida, dan Jami' al-Bayan karya at-Tabari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:Konsep Jāhiliyyah menurut al-Qur'an tidak menunjuk pada periode waktu tertentu atau sekadar arti kebodohan (buta huruf) dan keterbelakangan, melainkan menunjuk pada kondisi mental dan spiritual masyarakat yang hidup dalam kekafiran, kemusyrikan, kemunafikan, kefasikan, dan kezaliman, serta menolak hukum Allah. Oleh karena itu, Jāhiliyyah dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, baik pada masyarakat klasik maupun masyarakat modern yang beradab tinggi apabila menolak hidayah Ilahi. Tanda-tanda kejahiliyahan dalam al-Qur'an meliputi tidak adanya iman yang sungguh-sungguh kepada Allah (pemisahan antara akidah dan syariat), pembuatan hukum berdasarkan hawa nafsu yang bertentangan dengan hukum Allah, serta munculnya taghut yang menyesatkan manusia. Praktik-praktik kejahiliyahan termanifestasikan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti bidang sosial (kesenjangan individualisme dan kolektivisme ekstrem), bidang politik (penguasa tiran dan feodalisme), bidang ekonomi (monopoli, eksploitasi, dan kapitalisme tanpa etika), serta bidang moral (dekadensi moral dan pelanggaran hak asasi manusia). Kata Kunci: Masyarakat Jāhiliyyah, Studi Tematik Al-Qur'an, Semantik Al-Qur'an, Hukum Allah

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Drs. II. I mam Chuseno, SII.
Uncontrolled Keywords: Masyarakat Jāhiliyyah, Studi Tematik Al-Qur'an, Semantik Al-Qur'an, Hukum Allah
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User: S.Sos Sofwan Sofwan
Date Deposited: 14 Oct 2026 13:41
Last Modified: 14 Oct 2026 13:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79120

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum