HADIS PENGOBATAN ALA NABI ANALISIS MA`NA-CUM-MAGHZA

Amanta Addihany Dzikril Kaffa, NIM.: 22105050020 (2026) HADIS PENGOBATAN ALA NABI ANALISIS MA`NA-CUM-MAGHZA. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (HADIS PENGOBATAN ALA NABI ANALISIS MA`NĀ-CUM-MAGHZĀ)
22105050020_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (8MB) | Preview
[img] Text (HADIS PENGOBATAN ALA NABI ANALISIS MA`NĀ-CUM-MAGHZĀ)
22105050020_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (12MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya diskursus mengenai ṭibb al- nabawi (pengobatan ala Nabi) di tengah masyarakat modern. Sering kali, pemahaman terhadap hadis-hadis pengobatan ini terjebak dalam paradigma tekstualis-literal yang mengabaikan dimensi sosio-historis, sehingga memunculkan klaim eksklusif yang mempertentangkan pengobatan alternatif berbasis sunah dengan sains medis modern. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas sanad dan matan hadis pengobatan ala Nabi dalam Shahih Bukhari nomor 5248, serta merekonstruksi makna historis (ma'na) dan pesan utama universal (maghza) yang terkandung di dalamnya dengan pendekatan kontemporer. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research). Metode analisis yang digunakan menggabungkan kritik sanad-matan klasik serta teori hermeneutika Ma`nā-cum-maghzā yang digagas oleh Sahiron Syamsuddin. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran kitab-kitab hadis primer (Kutubut Tis’ah), kitab syarah (Fathul Baari dan ‘Umdatul Qari), serta literatur medis pendukung lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Hadis Shahih Bukhari nomor 5248 mengenai terapi madu, bekam, dan larangan kay (sundutan besi panas) memiliki kualitas sanad yang shahih dan matan yang valid karena tidak bertentangan dengan prinsip rasionalitas medis. Analisis ma’na historis mendapati bahwa ketiga metode tersebut merupakan ushul al-’ilaj (prinsip dasar pengobatan) yang jamak dan adaptif digunakan oleh masyarakat Arab abad ke-7 M sesuai dengan perkembangan teknologi masanya. Analisis maghza (signifikansi dinamis) menghasilkan beberapa poin esensial: Nabi saw. tidak membatasi metode pengobatan hanya pada tiga hal tersebut; teks ini memuat pesan etis-moral mengenai pentingnya melakukan ikhtiar medis secara aman (hifzh as-sihah dan la dharara wa la dhirar); serta Islam bersikap terbuka terhadap integrasi keilmuan medis-klinis modern yang berbasis uji ilmiah demi kemaslahatan manusia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Dr. Agung Danarta S.Ag, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Hadis Pengobatan, Țibb al-nabawi, Ma`na-cum-maghza, Hermeneutika Kontemporer, Medis Modern
Subjects: 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.125 Hadis
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Hadis (S1)
Depositing User: Muh Khabib
Date Deposited: 14 Oct 2026 14:20
Last Modified: 14 Oct 2026 14:20
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79132

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum