Padli Ismail, NIM.: 23205032042 (2026) PENGETAHUAN KEAGAMAAN TENTANG HADIS DALAM TRADISI DAYANGO MASYARAKAT GORONTALO (PERSPEKTIF SOSIOLOGI PENGETAHUAN PETER L BERGER). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (PENGETAHUAN KEAGAMAAN TENTANG HADIS DALAM TRADISI DAYANGO MASYARAKAT GORONTALO (PERSPEKTIF SOSIOLOGI PENGETAHUAN PETER L BERGER))
23205032042_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (9MB) | Preview |
|
|
Text (PENGETAHUAN KEAGAMAAN TENTANG HADIS DALAM TRADISI DAYANGO MASYARAKAT GORONTALO (PERSPEKTIF SOSIOLOGI PENGETAHUAN PETER L BERGER))
23205032042_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengkaji pengetahuan tentang hadis, sebagai repsentasi dalam pengetahuan agama dan keagamaan yang melekat pada tradisi Dayango, tradisi menari, di masyarakat Gorontalo. Tradisi yang mewujud dalam bentuk gerak tarian ini merupakan sebuah ritual tradisional peninggalan pra-kolonial yang lestari sampai hari ini. Gerak tarian dengan mantra berbahasa Gorontalo dengan tujuan mengundang leluhur untuk mendialogkkan persoalan kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses masuknya pengetahuan keagamaan, khususnya beberapa hadis yang kemudian dijadkan sebagai landasan bagi keberlangsungan tradisi Dayango dan mengkaji dinamika pemahaman serta interpretasi masyarakat Gorontalo terhadap hadis melalui praktik kultural tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis lapangan (field research) yang menggunakan metode pendekatan deskriptif-analitis. Sumber data dikumpulkan melalui metode wawancara mendalam dengan tokoh adat dan tokoh agama, observasi partisipatif, serta dokumentasi. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan kerangka sosiologi pengetahuan dari Peter L. Berger. Menurut Berger, pengetahuan agama, seperti pengetahuann lainnya, ikut serta membentuk wajah dan identitas suatu masyarakat melalui proses internalisasi, objektifikasi dan eksternalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahaun keagamaan, khususnya tentang hadis yang melekat dalam tradisi Dayango merupakan bentuk dialektika yang kompleks antara ajaran normatif Islam dengan konstruksi budaya lokal masyarakat Gorontalo. Dalam pelaksanaannya, masyarakat melakukan kontekstualisasi yang mendalam terhadap hadis riwayat Abu Hurairah tentang etika bersosial dan anjuran untuk memuliakan tamu. Pemaknaan "tamu" dalam hadis tersebut diperluas secara simbolik hingga mencakup entitas spiritual atau makhluk gaib, sehingga pemberian sesaji dan tarian tidak dimaknai sebagai penyembahan yang menyimpang, melainkan sebagai bentuk penghormatan dan perjamuan. Melalui proses objektivasi, hadis bertransformasi dan berfungsi tidak sekadar sebagai teks normatif, melainkan juga sebagai sumber legitimasi kultural yang membenarkan praktik pelestarian harmoni masyarakat. Pada akhirnya, fenomena ini menegaskan bahwa agama dan budaya lokal memiliki hubungan yang saling bernegosiasi secara dialogis untuk membentuk sintesis makna yang utuh.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Subkhani Kusuma Dewi, M.A., Ph.D. |
| Uncontrolled Keywords: | Hadis, Tradisi Dayango, Sosiologi Pengetahuan |
| Subjects: | 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.125 Hadis |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur'an dan Tafsir - Ilmu Hadis (S2) |
| Depositing User: | Muh Khabib |
| Date Deposited: | 15 Oct 2026 09:54 |
| Last Modified: | 15 Oct 2026 09:54 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79159 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
