Ach. Faidi Rasyadi, NIM.: 24205031006 (2026) KONSTRUKSI IDEOLOGI TAFSIR AYAT-AYAT DALAM KITAB TIKMAL (STUDI IMPLEMENTASI SOSIOLOGI PENGETAHUAN KARL MANNHEIM). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (KONSTRUKSI IDEOLOGI TAFSIR AYAT-AYAT DALAM KITAB TIKMAL (STUDI IMPLEMENTASI SOSIOLOGI PENGETAHUAN KARL MANNHEIM))
24205031006_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (13MB) | Preview |
|
|
Text (KONSTRUKSI IDEOLOGI TAFSIR AYAT-AYAT DALAM KITAB TIKMAL (STUDI IMPLEMENTASI SOSIOLOGI PENGETAHUAN KARL MANNHEIM))
24205031006_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (19MB) | Request a copy |
Abstract
Terjemahan Al-Quran dalam bahasa Madura bukan sekadar proses pengalihan bahasa dari bahasa sumber ke bahasa sasaran, melainkan juga merupakan ekspresi konstruksi sosial, ideologi, dan horizon penerjemah yang melingkupi proses penerjemahan teks. Hal ini tampak dalam kitab TIKMAL (Terjemah I'rob Keterangan Madura Atoro' Lil Jalalain), salah satu karya terjemahan Al-Quran berbahasa Madura yang digagas oleh Forum Mudzakaro Tafsir Al-Quran di Pamekasan. Kehadiran kitab ini tidak terlepas dari dinamika sosial-keagamaan yang melingkupinya, terutama relasinya dengan Aliansi Ulama Madura (AUMA). Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi ideologi dalam penerjemahan tafsiriyah ayat-ayat hudud dalam kitab TIKMAL serta mengungkap relasi antara ideologi penerjemah dan konteks sosial-keagamaan yang melatarbelakanginya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data primer berupa kitab TIKMAL, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai buku dan tulisan yang berkaitan dengan penerjemahan Al-Quran, tafsir, serta dinamika keulamaan di Madura. Analisis dilakukan menggunakan perspektif sosiologi pengetahuan Karl Mannheim melalui tiga kategori makna, yaitu makna objektif, makna ekspresif, dan makna dokumenter. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, pada tingkat makna objektif, penafsiran ayat-ayat hudud dalam kitab TIKMAL bercorak fikih dengan orientasi mazhab Syafi'i, sebagaimana tercermin dalam sumber-sumber yang digunakan dan penerapannya secara kontekstual melalui tradisi pesantren di Madura. Kedua, pada tingkat makna ekspresif, penerjemahan tersebut merepresentasikan tanggung jawab moral dalam merespons berbagai polemik di Madura sekaligus mempertegas prinsip amar ma'ruf nahi mungkar sebagai bagian dari gerakan AUMA dalam mempertahankan identitas keagamaan, memurnikan ajaran, dan menjaga akidah. Ketiga, pada tingkat makna dokumenter, kitab TIKMAL merekam struktur sosial Islam tradisional yang cenderung konservatif di Pamekasan serta aspirasi penerapan Islam secara kaffah melalui penerimaan terhadap teks keagamaan dan dinamika gerakan sosial yang aktif. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa penerjemahan Al-Quran tidak pernah sepenuhnya netral, melainkan merupakan produk dialektika antara teks, ideologi penerjemah, dan konteks sosial masyarakat yang melatarbelakangi penyusunannya.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Dr. Mutiullah, S.Fil.I. M. Hum. |
| Uncontrolled Keywords: | Ideologi Penerjemahan, Kitab TIKMAL, Ayatayat Hudud, Karl Mannheim, Sosiologi Pengetahuan |
| Subjects: | 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur'an dan Tafsir - Studi Alqur'an (S2) |
| Depositing User: | Muh Khabib |
| Date Deposited: | 15 Oct 2026 10:37 |
| Last Modified: | 15 Oct 2026 10:37 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79170 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
