Laksamana Naufal Hadi, NIM.: 24205031070 (2026) ANALISIS WAWASAN EKOTEOLOGI HAMKA DAN QURAISH SHIHAB (PERSPEKTIF METAFISIKA ALAM SAYYED HOSSEIN NASR). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (ANALISIS WAWASAN EKOTEOLOGI HAMKA DAN QURAISH SHIHAB (PERSPEKTIF METAFISIKA ALAM SAYYED HOSSEIN NASR))
24205031070_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (11MB) | Preview |
|
|
Text (ANALISIS WAWASAN EKOTEOLOGI HAMKA DAN QURAISH SHIHAB (PERSPEKTIF METAFISIKA ALAM SAYYED HOSSEIN NASR))
24205031070_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (18MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian Analisis Wawasan Ekoteologi Hamka dan Quraish Shihab (Perspektif Metafisika Alam Sayyed Hossein Nasr) ini dilatarbelakangi oleh krisis ekologi modern yang tidak lagi sekadar menjadi fenomena alam atau kegagalan teknis, melainkan telah menjelma menjadi problem spiritual-kemasyarakatan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa mengenai konstruksi pemikiran ekoteologi dari dua mufassir otoritatif Nusantara, yaitu Hamka dalam Tafsir al-Azhar dan M. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah, dengan menggunakan instrumen tiga prinsip metafisika alam Seyyed Hossein Nasr. Kontekstualisasi kajian ini difokuskan pada tujuh ayat representatif medan makna ekologis, yakni surah al-Baqarah ayat 164 dan Ali Imran ayat 190-191 (teofani kosmis), surah ar-Rum ayat 41 (krisis ontologis), dan surha al-Jasiyah ayat 13 dan Ibrahim 32-33 (batasan eksploitasi dan penundukan alam). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis, di mana data primer dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis), analisis eksplanatoris, dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua mufassir membangun wawasan ekoteologi yang sama kuatnya, akan tetapi dibangun di atas fondasi berpikir dan pendekatan epistemologis yang berbeda. Pertama, Hamka menawarkan pendekatan ekoteologi-sufistik yang menekankan pada aspek rasa dan perbaikan hati, kedua, Quraish Shihab merumuskan ekoteologi-rasional melalui logika sistemik yang memposisikan alam secara tegas sebagai “laboratorium akal” yang bekerja di bawah hukum sunnatullah. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa wawasan ekoteologi kedua mufasir tersebut memiliki kesinambungan konseptual yang kokoh dengan tiga paradigma wacana tafsir ekologi di Indonesia saat ini (Etis-Maqashidi, Tematik-Kontekstual, dan Esoteris-Ekosufisme). Kontribusi utama Hamka dan Quraish Shihab dalam diskursus ini adalah sebagai penyedia landasan teologis-konseptual lokal berbasis teks, serta kemampuannya mengintegrasikan dimensi kedalaman spiritual dengan ketajaman nalar sains.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Dr. Phil. Fadhli Lukman, S.Th.I, M.Hum. |
| Uncontrolled Keywords: | Ekoteologi, Tafsir al-Azhar, Tafsir al-Mishbah, Metafisika Alam, Seyyed Hossein Nasr |
| Subjects: | 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.01 Pemikiran keagamaan Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur'an dan Tafsir - Studi Alqur'an (S2) |
| Depositing User: | Muh Khabib |
| Date Deposited: | 16 Oct 2026 11:11 |
| Last Modified: | 16 Oct 2026 11:11 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79210 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
