Anggy Aulia, NIM.: 23205032013 (2026) MEMBATASI KETURUNAN DALAM HADIS NABI: KONTEKSTUALISASI PRAKTIK VASEKTOMI PADA LAKI-LAKI (PERSPEKTIF FAZLUR RAHMAN). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (MEMBATASI KETURUNAN DALAM HADIS NABI: KONTEKSTUALISASI PRAKTIK VASEKTOMI PADA LAKI-LAKI (PERSPEKTIF FAZLUR RAHMAN))
23205032013_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (5MB) | Preview |
|
|
Text (MEMBATASI KETURUNAN DALAM HADIS NABI: KONTEKSTUALISASI PRAKTIK VASEKTOMI PADA LAKI-LAKI (PERSPEKTIF FAZLUR RAHMAN))
23205032013_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf Restricted to Registered users only Download (8MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya polemik di era modern mengenai vasektomi sebagai metode kontrasepsi pria sebagai cara untuk membatasi keturunan yang dikaitkan dengan hadis Nabi tentang ‘azl, khususnya di tengah berkembangnya kebijakan pengendalian penduduk dan meningkatnya kebutuhan keluarga dalam merencanakan keturunan. Perbedaan antara praktik ‘azl pada masa Nabi Muhammad SAW dan vasektomi dalam dunia medis modern menimbulkan kebutuhan akan pemahaman hadis yang lebih kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua rumusan masalah, yaitu: bagaimana pemahaman hadis tentang ‘azl sebagai cara membatasi keturunan pada masa Nabi saw.; dan bagaimana kontekstualisasi hadis tersebut terhadap praktik vasektomi melalui teori Double Movement Fazlur Rahman. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan studi ma’anil hadis dengan menggunakan pendekatan kontekstual yang ditawarkan oleh Double Movement Fazlur Rahman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang ‘azl berstatus sahih dan menunjukkan kebolehan melakukan ‘azl sebagai metode pengaturan kelahiran yang bersifat sementara, dengan tetap memperhatikan hak istri dan tujuan pernikahan. Analisis melalui teori Double Movement menunjukkan bahwa ideal moral hadis terletak pada tanggung jawab dalam membangun keluarga, menjaga kemaslahatan, serta memelihara fitrah manusia, bukan pada bentuk teknis kontrasepsinya. Oleh karena itu, vasektomi tidak dapat disamakan secara mutlak dengan ‘azl, melainkan harus dipahami berdasarkan tujuan tindakan, kondisi medis, perkembangan ilmu pengetahuan, serta prinsip kemaslahatan dan pencegahan mudarat. Dengan demikian, hadis tentang ‘azl tetap relevan sebagai landasan etis dalam perencanaan keluarga, sedangkan penerapan hukumnya terhadap vasektomi memerlukan pendekatan kontekstual agar tetap selaras dengan nilai-nilai dasar syariat dan kebutuhan masyarakat kontemporer.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Dr. Ali Imron, M.S.I. |
| Uncontrolled Keywords: | membatasi keturunan; vasektomi; double movement |
| Subjects: | 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.125 Hadis |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur'an dan Tafsir (S2) |
| Depositing User: | Muchti Nurhidaya [muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id] |
| Date Deposited: | 16 Oct 2026 13:54 |
| Last Modified: | 16 Oct 2026 13:54 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79236 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
