Izzatul Hikmah, NIM.: 22105040065 (2026) KONSTRUKSI PEMAHAMAN KEAGAMAAN DALAM PRAKTIK PERKAWINAN ANAK PADA MASYARAKAT GAPURA. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (KONSTRUKSI PEMAHAMAN KEAGAMAAN DALAM PRAKTIK PERKAWINAN ANAK PADA MASYARAKAT GAPURA)
22105040065_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (4MB) | Preview |
|
|
Text (KONSTRUKSI PEMAHAMAN KEAGAMAAN DALAM PRAKTIK PERKAWINAN ANAK PADA MASYARAKAT GAPURA)
22105040065_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini membahas konstruksi pemahaman keagamaan dalam praktik perkawinan anak pada masyarakat Gapura, Kabupaten Sumenep. Perkawinan anak dalam masyarakat Gapura tidak hanya berkaitan dengan keputusan keluarga, tetapi juga berhubungan dengan pemahaman keagamaan, norma sosial, budaya, serta keberadaan tokoh agama sebagai salah satu sumber pengetahuan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman keagamaan masyarakat Gapura terkait praktik perkawinan anak serta menganalisis proses konstruksi pemahaman keagamaan tersebut dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam. Informan penelitian terdiri dari kepala KUA, tokoh agama, aparatur desa, masyarakat umum, serta pasangan yang mengalami perkawinan pada usia anak. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk memahami pengalaman, pandangan, dan pemahaman masyarakat mengenai perkawinan anak. Analisis dalam penelitian menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckman melalui momen eksternalisasi dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman keagamaan masyarakat Gapura mengenai perkawinan anak tidak bersifat seragam. Sebagian masyarakat menghubungkan perkawinan dengan upaya menghindari zina, menjaga diri dari pergaulan yang dianggap berisiko, serta menjaga kehormatan keluarga. Di sisi lain masyarakat juga mempertimbangkan faktor budaya, ekonomi, pendidikan, dan kesiapan individu. Proses konstruksi pemahaman tersebut berlangsung melalui kegiatan keagamaan kolektif seperti pengajian dan kompolan serta interaksi langsung antara masyarakat dan tokoh agama. Dalam perspektif Berger dan Luckman. Pemahaman tersebut mengalami proses eksternalisasi melalui pemahaman perkawinan sebagai upaya mencegah zina dan menjaga kehormatan keluarga dan mengalami internalisasi melalui penerimaan anak terhadap keputusan perkawinan. Sehingga praktik perkawinan anak di masyarakat Gapura terbentuk melalui pemahaman keagamaan yang berkelindan dengan norma dan budaya yang ada.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Hikmalisa, S.Sos., M.A. |
| Uncontrolled Keywords: | konstruksi sosial; pemahaman keagamaan; perkawinan anak, masyarakat Gapura; Peter L. Berger |
| Subjects: | 300 Ilmu Sosial > 300 Ilmu-Ilmu Sosial > 306.6 Sosiologi - Agama 300 Ilmu Sosial > 300 Ilmu-Ilmu Sosial > 306.959 865 21 Kehidupan Sosial dan Adat istidat |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Sosiologi Agama (S1) |
| Depositing User: | Muchti Nurhidaya [muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id] |
| Date Deposited: | 16 Oct 2026 14:40 |
| Last Modified: | 16 Oct 2026 14:40 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/79243 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
