M. IMAM ZAMRONI , - (2007) MALL, MASYARAKAT YOGYA DAN BUDAYA KONSUMSI. aplikasia vol. VIII, No.1, Juni 2007.
|
Text
M. IMAM ZAMRONI MALL, MASYARAKAT YOGYA DAN BUDAYA KONSUMSI.pdf Download (7MB) | Preview |
|
![]() |
Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg Download (0B) |
|
![]() |
Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg Download (0B) |
|
![]() |
Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg Download (0B) |
|
![]() |
Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg Download (0B) |
|
![]() |
Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg Download (0B) |
|
![]() |
Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg Download (0B) |
|
![]() |
Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg Download (0B) |
|
![]() |
Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg Download (0B) |
Abstract
kehadiran Shaping Mall sebagai representasi ekonomi kapitalis mampu mendorong terciptanya perubahan sosial, seperti merebaknya budaya konsumerisme, perubahan prilaku sosial, mode berpakaian dan gaya hidup. Terutama di kalangan usia muda, di mana budaya pop (pop culture) menjadi fraud yang berkiblat pada Barat. Di samping itu juga terdapat kemudahankemudahan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, baik material maupun non material. Faktor kebutuhan rekreatif mampu menjadi dasar bagi hasrat untuk berbelanja di Shaping Mall. Oleh karenanya, mengkonsumsi barang tidak hanya didasarkan pada logika kebutuhan semata, akan tetapi juga ranah emosi seseorang. Situasi tersebut secara sistematis menggeser nilai-nilai tradisi sebagai identitas dalam percaturan global. Berawal dari situlah maka, upaya untuk menumbuhkan kesadaran akan bahaya budaya konsumtif dalam masyarakat tidak bisa ditawar lagi. Selarna ini kita telah salah kaprah dalam memaknai modernitas yang berkiblat pada Barat, namun hanya sebatas simbol-simbol saja, sedangkan dari sisi subtantif masih jauh dari harapan. Akhirnya simbolisme-simbolisme tersebut menjadi belenggu bagi kehidupan sosial.
Item Type: | Article |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | mall, konsumtif, perdagangan |
Subjects: | Aplikasia Jurnal |
Divisions: | E-Journal |
Depositing User: | Edi Prasetya [edi_hoki] |
Date Deposited: | 21 Jun 2013 17:59 |
Last Modified: | 21 Jun 2013 17:59 |
URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/8319 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |