NIKAH DINI DAN KESEHATAN ALAT REPRODUKSI WANITA (RAHIM) PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi terhadap Pelaku Nikah Dini di Yogyakarta)

RAHMA PRAMUDYA NAWANGSARI-, NIM: 06350042 (2010) NIKAH DINI DAN KESEHATAN ALAT REPRODUKSI WANITA (RAHIM) PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi terhadap Pelaku Nikah Dini di Yogyakarta). Skripsi thesis, Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (664kB) | Preview
[img] Text
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (202kB)

Abstract

Perkawinan adalah ikatan lahir dan batin antara seorang pria dan wanita dan mengandung nilai-nilai sakral yang penuh kharismatik. Ikatan perkawinan adalah ikatan suci dan kokoh. Menurut Pasal 1 Undang-Undang Perkawinan, Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membuat keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa. Namun demikian, mewujudkan kesejahteraan dalam keluarga sebagaimana yang diidamkan, tidaklah semudah membalikkan tangan. Oleh karena itulah calon mempelai harus cukup dewasa dalam melaksanakan pernikahan ini, karena mereka yang telah dewasa cenderung memiliki kematangan fisik maupun psikis dibanding mereka yang masih remaja bahkan anak-anak. Sehingga akan lebih mudah untuk memaklumi dan menerima keluhan, cobaan dan rintangan yang menghadang. Akan tetapi, kenapa di desa sering terjadi pernikahan di bawah umur yang seharusnya dilakukan oleh mereka yang telah dewasa, dan tentunya hal ini bertentangan dengan Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan. Namun bagaimanakah dengan adanya dispensasi nikah dan hubungannya dengan kesehatan reproduksi?. Dalam penelitian ini terdapat dua pokok masalah yaitu (1) Apakah yang menjadi faktor terjadinya nikah dini?, (2) Bagaimanakah tinjauan hukum Islam terhadap pernikahan dini, kaintannya dengan kesehatan rahim?. Adapun langkah-langkah dan metode yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah (Field research). Field research atau penelitian lapangan digunakan untuk menghimpun informasi yang dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap sejumlah responden dari beberapa masyarakat, beserta observasi lapangan untuk mengamati secara langsung penyebab terjadinya pernikahan di bawah umur. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan normatif. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat melestarikan pernikahan di bawah umur adalah (1) Faktor tradisi (adat istiadat), (2) Faktor ekonomi, (3) faktor rendahnya tingkat pendidikan, (4) faktor perjodohan, (5) faktor pergaulan bebas. Dampak positif dari pernikahan dini ini adalah (1) dapat meringankan beban orang tua, (2) selamat dari pergaulan bebas. Sedangkan dampak negatifnya adalah (1) kepribadian kurang matang, (2) banyaknya problem kehamilan pada usia muda, (3) kesulitan dalam membiayai kehidupan keluarga, (4) akan lebih mudah terserang penyakit yang membahayakan bagi alat reproduksi. Berdasarkan perspektif Sad adz-Dzarîah dengan menimbang resiko yang cukup berbahaya tersebut maka kebijakan yang harus diambil mencegah pernikahan di bawah umur yang terjadi pada masyarakat, demi kelanggengan dan kesejahteraan keluarga, dan juga demi keselamatan ibu dan bayi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: ALAT REPRODUKSI
Subjects: Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (S1)
Depositing User: Users 67 not found.
Date Deposited: 25 Jul 2013 18:20
Last Modified: 17 Sep 2016 12:45
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/9000

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum