ANN’S IMPOLITENESS IN MAN AND SUPERMAN PLAYSCRIPT: A STRUGGLE FOR POWER BY A WOMAN

NUR HIKMAH WATI, NIM. 12150017 (2016) ANN’S IMPOLITENESS IN MAN AND SUPERMAN PLAYSCRIPT: A STRUGGLE FOR POWER BY A WOMAN. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (ANN’S IMPOLITENESS IN MAN AND SUPERMAN PLAYSCRIPT: A STRUGGLE FOR POWER BY A WOMAN)
12150017_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (ANN’S IMPOLITENESS IN MAN AND SUPERMAN PLAYSCRIPT: A STRUGGLE FOR POWER BY A WOMAN)
12150017_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

[English] According to Mills politeness is known as the obligation among society to care other’s feeling within communication. However the society ideologically and stereotypically associated it with feminity as women’s subordinate/powerless marker whereas impoliteness stereotypically associated with masculinity as men’s powerful marker (Mills, 2003: 203). However, the researcher finds that Ann’s speech manner is contrary with that social assumption. This main female character in Man and Superman playscript always performs herself as a powerful and strong speaker. She does not want to performs herself as powerless one and she even can leads the men in the playscript to fulfill her wants or her order through her speech. This case leads the researcher aims to analyze Ann’s impolite speech manner in Man and Superman playscript. This research is conducted to answer the research question that is how does Ann struggles her power upon men interlocutors in the communication? This research is conducted by using qualitative method. To highlight the issue, the researcher uses politeness and gender perspectives by Mills; to analyze the strategy of Annie’ speech manner, the researcher uses speech act theory by Searle and impoliteness strategy by Culpeper and Bousfield; and to know her intention in uttering impolite utterance or enacting impolite behaviour and also the response of the hearer, the researcher uses face and face threatening act theory by Brown, Levinson and Goffman. The result of this study shows that by using 61.45% representative speech act function and 95.18% intentionally damaging the hearer’s face, Ann enacts 51.94% simple impoliteness and 48.08% complex impoliteness to struggles her power upon men interlocutors in the communication. Keywords: stereotype of politeness norm, women’s powerlessness, man’s powerfull, struggle for power, speech act, face threatening act, Impoliteness. [INDONESIA] Menurut Mills kesopanan merupakan sebuah kewajiban ditengah masyarakat untuk memperdulikan perasaan orang lain dalam aktifitas komunikasi, namun secara ideologi masyarakat mengkelaskan kesopanan dengan sifat wanita sebagai tanda kelemahan perempuan, sementara ketidaksopanan dikelaskan dan diasosiasikan dengan sifat laki-laki sebagai tanda kekuasaan laki-laki. Namun, Peneliti justru manemukan Ann, pemeran utama perempuan dalam naskah drama Man and Superman, sebagai pembicara yang kuat dan berkuasa. Ia tidak menampilkan dirinya sebagai seseorang yang lemah dan ia bahkan mampu menyetir laki-laki dalam naskah drama untuk memenuhi keinginan atau perintahnya melalui ucapannya. Masalah ini mendorong peneliti untuk menganalisa tata bicara Ann yang tidak sopan dalam naskah drama Man and Superman. penelitian ini dususun untuk menjawab pertanyaan bagaimana Ann memperjuangkan kekuasaannya atas lawan bicara laki-laki dalam komunikasi? Penelitian ini disusun dengan metode deskriptif kualitatif. Untuk mengangkat isu, peneliti menggunakan perspektif terhadap kesopanan dan gender oleh Mills, untuk meneliti strategi dari tata bicara Ann, peneliti menggunakan teori tindak ujar oleh Austin dan Searle dan strategi ketidaksopanan oleh Culpeper dan Bousfield, dan untuk mengetahui kesengajaan Ann dalam mengucapkan kalimat yang tidak sopan atau menampilkan perilaku yang tidak sopan serta respon pendengar terhadap ketidaksopanan Ann, peniliti menggunakan teori wajah dan perilaku mengancam wajah oleh Brown and Levinson; and Goffman. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan 61.45% fungsi tindak tutur tipe representatif dan 95.18% sengaja dalam mengacam wajah pendengar, Ann mempraktikan 51.94% strategi ketidaksopanan yang simpel dan 48.08% strategy kesopanan yang kompleks untuk memperjuangkan kekuasaannya atas lawan bicara laki-laki dalam berkomunikasi. kata kunci : pengkelasan norma kesopanan, kelemahan perempuan, kekuatan laki-laki, perjuangan terhadap kekuasaan, tindak ujar, perilaku mengancam wajah, ketidaksopanan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Mr. Dwi Margo Yuwono, M.Hum
Uncontrolled Keywords: stereotype of politeness norm, women’s powerlessness, man’s powerfull, struggle for power, speech act, face threatening act, Impoliteness, pengkelasan norma kesopanan, kelemahan perempuan, kekuatan laki-laki, perjuangan terhadap kekuasaan, tindak ujar, perilaku mengancam wajah, ketidaksopanan
Subjects: Sastra Inggris
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sastra Inggris (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 15 Sep 2016 02:43
Last Modified: 15 Sep 2016 02:43
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/21096

Actions (login required)

View Item View Item