DETEKSI DINI KRISIS PERBANKAN KONVENSIONAL DAN PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA PERIODE TAHUN 2008-2016

ANNISA NUR SALAM, NIM. 13810025 (2016) DETEKSI DINI KRISIS PERBANKAN KONVENSIONAL DAN PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA PERIODE TAHUN 2008-2016. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (DETEKSI DINI KRISIS PERBANKAN KONVENSIONAL DAN PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA PERIODE TAHUN 2008-2016)
13810025_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img] Text (DETEKSI DINI KRISIS PERBANKAN KONVENSIONAL DAN PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA PERIODE TAHUN 2008-2016)
13810025_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (1MB)

Abstract

Krisis merupakan peristiwa perekonomian yang penuh dengan ketidakpastian dan mampu menimbulkan kesengsaraan bagi masyarakat secara luas. Dampak yang timbul sebagai akibat dari krisis seringkali memerlukan biaya penyembuhan yang sangat mahal. Early Warning Indicator (EWI) atau indikator pendeteksi dini merupakan suatu alat yang dapat membantu dalam meminimalisir kerugian yang tinggi sebagai akibat dari krisis. Indikator deteksi dini dapat memberikan indikasi seberapa besar probabilitas akan terjadi krisis bila indikator dini yang digunakan menunjukkan perubahan magnitud yang cukup besar dalam masa pra krisis yang dipilih. Sehingga jika krisis dapat terdeteksi melalui indikator yang terpilih, pemerintah dapat mengambil langkah-langkah preventive untuk meminimalisir akibatnya. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh berbagai indikator terhadap probabilitas terjadinya krisis pada perbankan konvensional dan perbankan syariah di Indonesia melalui metode regresi logistik. Probabilitas krisis sebagai variabel dependen dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan indeks Exchange Market Pressure (EMP). Sedangkan variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini ialah Loan Deposit Ratio (LDR)/Financing Deposit Ratio (FDR), Return on Asset (ROA), BI rate serta multiplier jumlah uang beredar (M2). Hasil penelitian dengan menggunakan data periode bulan Februari 2008 hingga bulan Juli 2016 ini menyimpulkan bahwa, ROA perbankan konvensional dan BI Rate merupakan indikator yang signifikan dan positif dapat mempengaruhi probabilitas terjadinya krisis perbankan konvensional di Indonesia. Dan FDR merupakan indikator yang secara signifikan serta positif dapat mempengaruhi probabilitas terjadinya krisis pada perbankan syariah di Indonesia. Dengan menggunakan metode VECM, pergerakan ketiga early warning indicator tersebut dapat dikatakan relatif stabil selama 40 periode yang akan datang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: M. Ghafur Wibowo, SE., M.Sc.
Uncontrolled Keywords: Early Warning Indicator, Regresi Logistik, VECM
Subjects: Ekonomi Islam
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Perbankan Syari'ah (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Bambang Heru Nurwoto
Date Deposited: 17 Dec 2016 04:08
Last Modified: 17 Dec 2016 04:08
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/22952

Actions (login required)

View Item View Item