AL-DALALAH AL-ISYARIYAH FI TAFKIK AL-ABUYAH AL-ARABIYAH FI RIWAYAH BANAT AL- RIYADH LI RAJA ABDULLAH AL-SHANI'

AHMAD SIDIQ - NIM. 06110053, (2011) AL-DALALAH AL-ISYARIYAH FI TAFKIK AL-ABUYAH AL-ARABIYAH FI RIWAYAH BANAT AL- RIYADH LI RAJA ABDULLAH AL-SHANI'. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Budaya di dunia Arab sangat kental dengan sistem patriarkinya. Dalam novel Banat Al-Riyad, Raja 'Abdullah Al-Sani menggambarkan kebijakan pemerintah yang mengekang kehidupan wanita, baik hak-haknya maupun kewajibannya. Isi novel tersebut adalah tentang berbagai permasalahan yang selama ini dirahasiakan dan terasa sulit untuk diungkapkan, terutama mengenai para sahabat wanitanya yang hanya diketahui oleh sekelompok kecil orang. Berangkat dari uraian tersebut, dalam penelitian ini peneliti mencoba untuk menjawab dua hal 1). Apa makna indeksikal dalam Novel Banat Al-Riyad karya Raja 'Abdullah Al-Sani? 2). Bagaimana indeksikal membongkar patriarki Arab dalam Novel Banat Al-Riyad karya Raja 'Abdullah Al-Sani? Penelitian ini menggunakan analisis indeksikal. Menurut Pierce indeksikal adalah hubungan kausalitas yang terkandung dalam diri penafsir dalam merespon peristiwa yang sedang terjadi atau dialaminya. Dalam hal ini, penulis menggunakan analisis indeksikal yang terdapat pada tokoh-tokoh dan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam novel Banat Al-Riyad yang menjadi objek untuk diinterprtasikan, mencari tandanya dan menemukan hubungan kausalitasnya, yaitu dengan cara menginterpretasikan nama-nama tokoh novel Banat Al-Riyad dengan fenomena yang dialami tokoh tersebut. Dari segi pemaknaan, penulis menemukan hubungan indeksikal antara budaya Arab dengan fenomena yang terjadi pada tokoh novel Banat Al-Riyad. Yaitu adanya pengekangan hak-hak dan kewajiban wanita. Sehingga wanita hanyalah boneka yang dimaikan kaum laki-laki. Sedangkan dari segi indeksikal membongkar patriarki Arab, penulis menemukan adanya perubahan sistem pemerintahan Saudi yang dipelopori oleh kaum salafi atau kaum neo wahabiyah bahwa kaum laki-laki dan perempuan harus dibedakan hak dan kewajibannya dan menetapkan hukum-hukum Islam yang otoriter, sehingga sistem tersebut menjadi cambuk yang menyiksa hak tokoh-tokoh dalam novel Banat Al-Riyad. Yaitu pada tokoh Qamrah menjadi tanda yang barasal dari kata Qamara yang berarti berjudi menjadi penanda. Setelah diinterpretasikan bahwa tokoh Qamrah adalah orang yang mempertaruhkan pernikahannya dengan Rasyid agar tetap bahagia. Pada tokoh sedim, sedim menjadi tanda yang berasal dari kata Sadama yang berarti menyesal menjadi penanda, setelah diinterpretasikan bahwa tokoh sedim adalah orang yang menyesal dengan perbuatan menyerahkan keprawanan sebelum menikah dengan walid, sehingga walid mengklaim dia sebagai wanita murahan. Pada tokoh Michell, Michell menjadi tanda yang berasal dari kata Makhala yang berarti memberontak menjadi penanda, setelah diinterpretasikan bahwa tokoh Michell adalah orang yang memberontak budaya arab yang membatasi hak orang yang berkebangsaan Amerika-Arab. tokoh Lumeis. Tokoh Lumeis menjadi tanda yang berasal dair kata Lamasa yang berarti mencari tahu menjadi penanda, setelah diinterpretasikan bahwa tokoh lumeis adalah orang yang selalu penasaran dengan pemeritah yang membatasi hak bergaul dengan kaum suni. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Drs. Khoiron Nahdliyyin, MA.
Uncontrolled Keywords: budaya Arab, novel Banat Al-Riyad
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:48
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5834

Actions (login required)

View Item View Item