QISHAH QASHIRAH AL ARSYU AL MAKHTUM LI NAJIB KAYLANI DIRASAH TAHLILIYAH IJTIMAIYAH ADABIYAH

ISKANDAR ZULQORNAIN - NIM. 011110824 , (2008) QISHAH QASHIRAH AL ARSYU AL MAKHTUM LI NAJIB KAYLANI DIRASAH TAHLILIYAH IJTIMAIYAH ADABIYAH. Fakultas Adab.

[img]
Preview
Text (QISHAH QASHIRAH AL ARSYU AL MAKHTUM LI NAJIB KAYLANI DIRASAH TAHLILIYAH IJTIMAIYAH ADABIYAH)
BAB 1, BAB IV, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (QISHAH QASHIRAH AL ARSYU AL MAKHTUM LI NAJIB KAYLANI DIRASAH TAHLILIYAH IJTIMAIYAH ADABIYAH)
BAB II, BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (596kB)

Abstract

bPendekatan terhadap sastra yang mempertimbangkan segi-segi kemasyarakatan oleh beberapa penulis disebut Sosiologi Sastra. Istilah ini pada dasarnya tidak berbeda pengertian dengan sosio sastra , Pendekatan Sosiologis atau pendekatan sosio-kultural terhadap sastra. Pendekatan sosiologis ini pengertiannya mencakup berbagai pendekatan , masing-masing didasarkan pada sikap dan pandangan teoritis tertentu, tetapi semua pendekatan itu menunjukkan satu ciri kesamaan, yaitu mempunyai perhatian terhadap sastra sebagai institusi sosial yang diciptakan oleh sastrawan sebagai angoota masyarakat.Sosiologi Sastra merupakan interdisipliner sosiologi dan studi sastra objek telaahnya yang pokok bertumpu pada unsure ekstrinsik sebab unsut intrinsic hanya berfungsi pelengkap. Sosiologi sebagai ilmu sosial semula ajaran filosofi yang berorientasi helenisme/yunani kemudian dirintis Augus Cpmte (1798-1857) menjadi ilmu sosiologi,sociologie, sociology merupakan ilmu pengetahuan yang tugasnya mempelajari pelbagai persekutuan hidup, pranata/institusi sosial, hubungan antar anggota dan antar kelompok masyarakat beserta tenaga/kekuatan yang menimbulkan perubahan masyarakat pada intinya mengkaji makhluk sosial dalam peri kehidupannya. Pertumbuhan pesat telah menghasilkan sub-sub disiplin sosiologi hokum, sosiologi ilmu, sosiologi bahasa yang kerap disebut sosiolinguistik , sosiologi perkotaan (urban sociology, sosiologi pedesaan dan akhirnya sosiologi sastra yang termuda.Paradigma sosiologi sastra berakar dari latar belakang histories dua gejala, yaitu masyarakat, dengan kata lain tidak ada karya sastra tanpa masyarakat. Sosiologi sastra meskipun belum menemukan pola analisis yang dianggap memuaskan mulai memperhatikan karya seni sebagai bagian yang integral dari masyarakat. Tujuannya jelas untuk memberikan kualitas yang proporsional bagi kedua gejala: sastra dan masyarakat.Didalam cerpen yang akan dikaji ini terdapat sebuah konflik sosial dimana ada seorang raja yang sangat kejam, dia sering menyiksa bahkan membunuh rakyat yang membangkang kepadanya, dia bertindak sewenang-wenang sudah banyak korban yang berjatuhan, misalnya mereka yang menerima hukuman tembak dikegelapan malam atau mereka yang tinggal didalam penjara yang terakhir ini biasanya mereka yang lapar, tersiksa atau disiksa dengan cara yang menyedihkan raja Abdul Hamid menjadi hakim mutlak dinegeri itu walaupun dia pandai, cerdas dan cendekiawan, disisi lain ia menyimpan kekejaman luar biasa, hatinya membatu tak mempunyai kasih saying lebih parah dari itu setiap orang disekelilingnya baik perdana menteri, ulama dan komandan tentara sudah hanyut dalam kezaliman yang nyata. Umar Yunus mengemukakan bahwa yang menjadi pembicaraan dalam telaah sosiologi sastra adalah: 1. Karya sastra dilihat sebgai dokumen sosio budaya.2. Penelitian mengenai penghasilan dan pemasaran karya sastra3. Penelitian tentang penerimaan masyarakat terhadap sebuah karya sastra seorang penulis tertentu dan apa sebabnya.

Item Type: Article
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Drs. Bermawy Munthe, MA
Uncontrolled Keywords: Sastra, Sosiologi, Najib Kaylani
Subjects: Kesusastraan Arab
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Bahasa dan Sastra Arab (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 06 Jun 2012 14:50
Last Modified: 19 Dec 2016 08:06
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/598

Actions (login required)

View Item View Item