AL-TAJRID DAN AL-ASBAB DALAM PEMIKIRAN IBN ATAILLAH AL-SAKANDARI (W. 709 H/1309 M): ANALISIS MANA-CUM-MAGHZA

M. Fatih Qosdana, NIM.: 23205012018 (2025) AL-TAJRID DAN AL-ASBAB DALAM PEMIKIRAN IBN ATAILLAH AL-SAKANDARI (W. 709 H/1309 M): ANALISIS MANA-CUM-MAGHZA. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (AL-TAJRID DAN AL-ASBAB DALAM PEMIKIRAN IBN ATAILLAH AL-SAKANDARI (W. 709 H/1309 M): ANALISIS MANA-CUM-MAGHZA)
23205012018_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA (1).pdf - Published Version

Download (11MB) | Preview
[img] Text (AL-TAJRID DAN AL-ASBAB DALAM PEMIKIRAN IBN ATAILLAH AL-SAKANDARI (W. 709 H/1309 M): ANALISIS MANA-CUM-MAGHZA)
23205012018_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (18MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep al-Tajrīd (nir-causa) dan al-Asbāb (causality) Ibn ‘Aṭāillāh melalui pendekatan interpretasi ma’nā-cum-maghzā yang bertujuan untuk menggali makna historis (al-Ma’nā al-Tārīkhī), signifikansi fenomenal historis (al-Maghzā al-Tārīkhī), dan makna pada konteks kekinian (al-Maghzā al-Mutaḥarrik al-Mu’āṣir). Berangkat dari minimnya kajian mendalam mengenai al-Tajrīd dan al-Asbāb dalam pendekatan ma’nā-cum-maghzā meskipun dua konsep ini mempunyai peran penting dalam merumuskan hubungan antara usaha manusia, tawakal, dan kehendak Tuhan. Penelitian berbasis studi pustaka dengan metode kualitatif, berisikan data primer berupa karya Ibn ‘Aṭāillāh al-Tanwīr fī Isqāt al-Tadbīr, data tersebut dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif-analitis serta melalui hermeneutika ma’nā-cum-maghzā dengan penekanan pada tiga aspek utama: makna historis (al-Ma’nā al-Tārīkhī), signifikansi fenomenal historis (al-Maghzā al-Tārīkhī), dan signifikansi fenomenal dinamis (al-Maghzā al-Mutaḥarrik al-Mu’āṣir). Akar konsep al-Tajrīd dan al-Asbāb yang merupakan hasil daripada penelitian ini bersumber dari al-Taslīm dan Isqāt al-Tadbīr yaitu berserah diri tanpa intervensi terhadap ketetapan Allah. Al-Tajrīd dipahami sebagai kondisi ketika seorang melepaskan diri dari sebab-sebab duniawi sedang al-Asbāb keterlibatan manusia dalam proses sebab-akibat. Pendekatan ma’nā-cum-maghzā tidak mempertentangkan dua konsep ini, keduanya merupakan maqam yang Allah tetapkan kepada hamba-Nya dan bukan pilihan manusia itu sendiri. Melalui reinterpretasi ma’nā-cum-maghzā ditemukan makna al-Tajrīd dan al-Asbāb pada konteks kekinian sebagai etika-hati yang menyeimbangkan antara ikhtiar dan tawakal. Al-Tajrīd dipahami sebagai mengosongkan hati hanya untuk Allah sedangkan al-Asbāb yaitu profesionalisme dalam beraktivitas dengan penuh kesadaran; Allah sebagai al-Fāil al-Ḥaqīqī. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap kajian tasawuf, kalam, dan filsafat serta landasan dasar konsep tasawuf pada ranah problematika kehidupan modern guna penelitian selanjutnya.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Supervisor: Prof. Dr. H. Zuhri, S.Ag. M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Al-Tajrid, Al-Asbab, Isqat Al-Tadbir, Mana-Cum-Maghza, Ibn Ataillah
Subjects: 200 Agama > 297 Agama Islam > 297.261 Islam dan Filsafat, Filsafat Islam
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah dan Filsafat Islam (S2) > Filsafat Islam
Depositing User: Muh Khabib, SIP.
Date Deposited: 08 Jan 2026 09:46
Last Modified: 08 Jan 2026 10:00
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/74991

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum