Nur Anis Rochmawati, NIM.: 23205021011 (2026) ISLAM NUSANTARA: KAJIAN TEORI DISSIMULASI TERHADAP NEGARA. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.
|
Text (ISLAM NUSANTARA: KAJIAN TEORI DISSIMULASI TERHADAP NEGARA)
23205021011_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version Download (9MB) | Preview |
|
|
Text (ISLAM NUSANTARA: KAJIAN TEORI DISSIMULASI TERHADAP NEGARA)
23205021011_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (22MB) | Request a copy |
Abstract
Islam Nusantara sebagai wacana indigenositas Islam di Indonesia yang dirumuskan Nahdlatul Ulama (NU) memunculkan perdebatan di ruang publik. Sejumlah kalangan menilai bahwa wacana tersebut tidak murni bergerak pada ranah keagamaan, melainkan sarat akan kepentingan politik. Meminjam pendapat Teun van Dijk, bahwa wacana tidaklah netral—selalu ada kepentingan di baliknya, tesis ini berusaha mengkaji hidden interest dalam wacana Islam Nusantara yang ditelisik mulai dari dataran teks hingga praksis. Tesis ini menjawab beberapa pertanyaan penting: (a) bagaimana struktur wacana Islam Nusantara? (b) bagaimana proses dissimulasi Islam Nusantara terhadap negara? Pendekatan yang digunakan adalah Critical Discourse Analysis (CDA) Teun van Dijk. Langkah metodis yang ditempuh dalam kajian ini: pertama, menemukan basis perjuangan (konsep-konsep kunci) yang tersimpan di balik narasi Islam Nusantara; kedua, melakukan analisis terhadap bekerjanya konsep-konsep kunci pada ruang kontestatif; ketiga, menemukan dissimulasi Islam Nusantara terhadap negara. Riset ini melihat bahwa hidden interest (kepentingan tersembunyi) memang hadir di balik wacana Islam Nusantara, di mana indikasinya dapat ditemukan melalui narasi-narasi ‘Islam Nusantara’ dalam beberapa artikel yang dimuat oleh website resmi NU. Pembacaan terhadap struktur wacana berhasil menemukan empat basis perjuangan Islam Nusantara: pesantren, budaya lokal, kiai dan santri. Dalam upaya mencari perhatian negara, empat konsep tersebut oleh NU dipertarungkan (contesting) dengan Islam radikal. Dan hasilnya, negara mengakomodir wacana Islam Nusantara ke dalam program kerjanya. NU sebagai aktor pengusung menjadi ormas keagamaan yang berhasil menjalin kongsi dengan negara: menerima privilese--akses yang luas pada kekuasaan, perlindungan dan pendanaan pada pesantren, pemberian konsesi tambang—juga melakukan beberapa pekerjaan seperti back-up suara dalam pemilihan umum, dan menjadi pelindung pemerintah dari serangan masyarakat sipil. Temuan yang didapat, wacana Islam Nusantara tidak otomatis hadir sebagai bentuk abuse of power (penyimpangan kekuasaan) sebagaimana ditekankan Teun van Dijk dalam CDAnya. Mengingat Islam Nusantara diproduksi oleh kelompok yang tengah berupaya untuk menjadi penguasa, pertama-tama Islam Nusantara lebih tepat disebut sebagai struggle of power (perjuangan kekuasaan) di mana berfungsi sebagai alat dissimulasi terhadap negara.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information / Supervisor: | Dr. Munawar Ahmad, S.S., M.Si. |
| Uncontrolled Keywords: | Critical Discourse Analysis, Abuse of Power, Struggle of Power |
| Subjects: | 200 Agama > 200 Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Studi Agama Agama (S2) |
| Depositing User: | Muh Khabib, SIP. |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 09:28 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 09:31 |
| URI: | http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75565 |
Share this knowledge with your friends :
Actions (login required)
![]() |
View Item |
