MEDIATISASI PENAFSIRAN AYAT KISAH NABI MUSA DI MEDIA SOSIAL X DAN TIKTOK

Savina Salsabila, NIM.: 22105030056 (2026) MEDIATISASI PENAFSIRAN AYAT KISAH NABI MUSA DI MEDIA SOSIAL X DAN TIKTOK. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (MEDIATISASI PENAFSIRAN AYAT KISAH NABI MUSA DI MEDIA SOSIAL X DAN TIKTOK)
22105030056_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (MEDIATISASI PENAFSIRAN AYAT KISAH NABI MUSA DI MEDIA SOSIAL X DAN TIKTOK)
22105030056_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Berangkat dari fenomena semakin menguatnya praktik reinterpretasi ayat Al-Qur’an di ruang publik digital, khususnya melalui media sosial, tampak adanya pergeseran batas antara tafsir sebagai disiplin keilmuan dan penafsiran sebagai praktik populer. Media sosial memungkinkan ayat-ayat Al-Qur’an, termasuk ayat-ayat kisah Nabi Musa, diproduksi, disebarluaskan, dan dimaknai oleh aktor-aktor non-institusional dengan logika komunikasi yang berbeda dari tradisi tafsir konvensional. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan mengenai bagaimana bentuk penafsiran yang hadir di ruang digital dapat dipahami dalam kerangka studi tafsir. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya menganalisis bagaimana ayat-ayat kisah Nabi Musa direinterpretasikan dalam media sosial, serta bagaimana proses mediatisasi memengaruhi bentuk penyajian, konstruksi otoritas, dan implikasi penafsiran tersebut dalam ruang publik digital. Penelitian ini menggunakan teori mediatisasi agama Stig Hjarvard sebagai kerangka analisis untuk membaca praktik reinterpretasi ayat dalam logika media sosial. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis konten terhadap narasi penafsiran ayat kisah Nabi Musa di platform X dan TikTok pada periode 2024–2025. Data dikumpulkan melalui penelusuran kata kunci yang relevan, kemudian dianalisis dengan memetakan bentuk praktik reinterpretasi, logika media yang melingkupinya, serta relasinya dengan konsep mediatisasi agama. Analisis difokuskan pada bagaimana ayat dan kisah Nabi Musa disajikan, dibingkai, dan diterima sebagai bagian dari praktik komunikasi keagamaan di ruang publik digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reinterpretasi ayat kisah Nabi Musa di media sosial cenderung hadir dalam bentuk doa sebagai sarana self-help, retelling kisah, dan kontektualisasi kisah dengan isu-isu aktual. Praktik tersebut memperlihatkan dominasi logika media berupa simplifikasi, popularisasi, dan adaptasi budaya populer, termasuk personifikasi figur Nabi Musa dalam bahasa generasi muda. Dalam perspektif mediatisasi agama, praktik ini menunjukkan dominasi banal religion, di mana ayat kisah diproduksi ulang sebagai bahan komunikasi yang menyesuaikan diri dengan budaya dan gaya media sosial. Mediatisasi ini berdampak pada demokratisasi dan desentralisasi otoritas penafsiran serta desakralisasi yang menyebabkan tidak sampainya hikmah ayat kepada audien. Kata kunci: Mediatisasi agama, Penafsiran populer, Ayat kisah Nabi Musa, Media sosial, Ruang publik digital.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Supervisor: Imas Lu’ul Jannah, M.A.,
Uncontrolled Keywords: Mediatisasi agama, Penafsiran populer, Ayat kisah Nabi Musa, Media sosial, Ruang publik digital.
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User: S.Sos Sofwan Sofwan
Date Deposited: 04 May 2026 10:40
Last Modified: 04 May 2026 10:40
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76346

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum